Mak, I Love U

Laisa selalu memandang foto wanita berselendang biru muda yang terpajang rapi ketika ia duduk di ruang tamu. Wanita yang tinggal bersama Laisa sampai ajal menjemputnya. Sosok yang sudah 3 tahun lalu pergi meninggalkannya, namun Laisa merasa Mak selalu ada di sampingnya, seperti saat itu…

Mak, apa aku tidak bisa sekolah lagi?”

“Siapa yang bilang tidak bisa? Nanti Lais akan bisa sekolah lagi setelah sembuh”.

“Tapi, sudah setahun Lais tidak bisa bangun dari tempat tidur ini?”

Mak hanya bisa terdiam ketika anaknya berkata seperti itu. Hanya keputusasaan yang sekarang terlihat di wajah anak kelimanya itu. Putri harapan keluarga karena semangatnya untuk sekolah dan keinginannya merubah nasib keluarga. Putri yang begitu ceria dan rajin belajar itu kini terbaring lemah di kasur. Tubuhnya sudah berbeda dari setahun yang lalu. Kini bengkak di tubuhnya semakin besar. Bengkak yang membuat tubuhnya terlihat gemuk karena benjolan-benjolan berisi cairan nanah itu sudah semakin banyak. Mak dan Bapak hanya bisa memanggil dukun kampung untuk mengobatinya. Bukan tidak mau berobat kepada dokter, tetapi belum ada tenaga dokter saat itu, belum ada pelayanan kesehatan dan alat-alat canggih yang bisa mendiagnosa penyakit Laisa.

“Lais, lihatlah bengkak di bawah ketiakmu sudah pecah. Insyaallah sebentar lagi semua akan membaik.” Mak berusaha menghibur anaknya itu.

Lais ingat sekali seminggu yang lalu bengkak di ketiak itu pecah dan mengeluarkan cairan nanah berbau busuk. Dia ingat bagaimana Mak membersihkan cairan itu dari tubuh dan kasurnya. Bukannya marah tetapi Mak malah menunjukkan senyum bahagia ketika melihat Lais sudah bisa menggerakkan tangan kanan yang 6 bulan ini tidak bisa ia gerakkan.

“Paha Lais sakit Mak!” Lais berteriak sambil memegang pahanya. Ia seakan sudah tahu bahwa ada benjolan baru yang tumbuh di paha kanannya.

Mak, mungkin benjolan-benjolan ini akan pecah dalam waktu yang lama. Saya harap Mak dan keluarga tetap sabar dan berdo’a agar Lais bisa segera sembuh.” Jelas Pak Kadir, lelaki yang digelari dukun oleh masyarakat disana.

“Rasanya saya tidak tahan lagi melihat kondisi Lais, sudah 2 tahun Lais belum juga sembuh.”

Mak, kita tidak boleh menyerah. Kalau Lais melihat kita seperti ini, maka ia akan semakin sedih dan juga ikut menyerah untuk sembuh”. Bapak mengingatkan kembali Mak untuk semangat menyembuhkan anaknya.

“Ya betul Mak, kita pasrahkan semua kepada Allah. Sekarang yang bisa kita lakukan adalah tetap mengobati Lais.” Pak Kadri juga ikut menyemangati Mak.

“Ya, saya seharusnya tidak semudah ini menyerah. Saya yakin Lais akan sembuh. Sampai kapan pun saya akan menunggu sampai Lais sembuh dan bisa kembali seperti anak-anak biasanya. Bermain, belajar, jalan-jalan, dan….” Mak tak kuasa meneruskan perkataannya. Ia memegang dadanya untuk menahan tangisan yang tidak boleh ia tunjukkan di depan Lais.

“Ini ada obat herbal untuk Lais. Oleskan setiap pagi dan sore ke tubuhnya.”.

Mak selalu mengolesi tubuh Lais dengan obat herbal yang diberikan Pak Kadir. Benjolan itu pecah satu persatu dalam 2,5 tahun ini. Ia lihat tubuh Lais sudah kembali normal. Tinggal satu benjolan lagi di Pahanya, tetapi sudah 6 bulan benjolan itu belum juga pecah.

“Pak, kenapa benjolan di paha Lais belum juga pecah? Bukankah biasanya benjolan di tubuh Lais pecah setiap 6 bulan?” tanya Mak yang kelihatan bingung dengan kondisi Lais.

“Saya juga masih bingung mengapa itu terjadi Mak. Tapi saya akan berusaha mencari obat baru untuk Lais.”

Suatu hari, Mak kedatangan tamu…

Mak, saya lihat Lais sudah semakin membaik. Jika Lais mau, ia bisa mengikuti ujian sekolah tahun ini. Saya tahu Lais sangat mau tamat SD. Ia sangat rajin sekali dulu pergi sekolah dan ia juga sering mendapat juara kelas.”

Setelah kepala sekolah pulang, Mak duduk di samping Lais yang sedang tidur. Ia menatap wajah Lais dengan penuh kasih sayang.

“Lais, mau sekolah lagi nak?” sebuah pertanyaan dalam hati Mak yang mungkin belum saatnya ia tanyakan atau tidak akan pernah ia tanyakan kepada Lais. Walapun ia tahu Lais sangat ingin kembali sekolah, tetapi ia belum mau menyinggung soal itu.

Pada saat itu, lulus SD adalah suatu kebanggaan. Hal ini dikarenakan belum banyak sekolah saat itu ditambah sangat jarang anak-anak yang bisa lulus SD. Jika bisa lulus SD, maka ia akan menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat.

Sudah menjelang 3 tahun Lais hanya tinggal di rumah saja. Mak lah yang menjadi tempat ia bercerita. Mak juga yang akan memenami ia sampai ia tertidur.

“Ya Allah, kasihanilah Lais. Dia masih begitu kecil untuk menderita selama ini. Aku sudah tidak kuat melihat penderitaannya. Aku mohon belas kasihMu untuk menyembuhkannya….” Doa Mak sambil mengelus kening Lais yang sudah tertidur.

3 tahun sudah berlalu…

Mak, Mak, Mak”  teriak anak kecil di halaman rumah depan.

Mak, aku mau ikut ke kebun. Aku mau bantu menanam kacang ya?” Anak itu memohon penuh harap.

“Ehm, ikutlah tapi selesaikan dulu pekerjaanmu menyapu.” Balas Mak sambil tersenyum melihat Lais, ia serasa tidak percaya putrinya itu sedang menyapu halaman sekarang.

Di ruang tamu…

“Bu, apa ibu tidak pernah bosan melihat foto nenek?” tanya putri semata wayangnya itu yang membuat Laisa kaget.

“Tidak akan pernah bosan….” Jawab Laisa sambil tersenyum.

“Ehm, kapan kamu pulang? Bukannya fitting baju pernikahanmu baru selesai nanti sore?”

“Aku sudah tiba dari tadi bu, tapi ibu tidak mendengar suara salamku.” Jawab Sheila tampak kecewa.

“Maaf ya sayang….” Laisa memeluk Sheila dengan hangat.

Beasiswa S2 di Malaysia 2016 – XL Khazanah

XL Khazanah Asia Scholarship 2016. Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S1 di tanah air untuk mengambil studi jenjang S2 di universitas-universitas Malaysia. Beasiswa XL – Khazanah Asia 2016 merupakan bentukan bersama XL Axiata dan Yayasan Khazanah. Beasiswa S2 di Malaysia ini merupakan kelanjutan dari program yang sama tahun lalu.

Umumnya, kandidat yang memperoleh beasiswa ini akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah di Malaysia. Selain itu disediakan juga biaya hidup dan akomodasi. Pelamar dapat mengajukan diri untuk beberapa program yang ditawarkan.

Jurusan yang ditawarkan: 

› Bisnis Administrasi

› Marketing

› Teknologi Informasi

› Jaringan Telekomunikasi

› Teknik Telekomunikasi

Persyaratan umum: 

– See more at: disini

Beasiswa S2 Thailand Full 2016

Peluang-peluang beasiswa 2016 kini semakin banyak yang buka. Salah satunya jika Anda berminat mengambil S2 di Asian Instittute of Technology (AIT) Thailand. Pemerintah Kerajaan Thailand menyediakan kesempatan beasiswa S2 di kampus tersebut bagi mahasiswa di kawasan Asia. His Majesty the King’s Scholarships dan Her Majesty the Queen’s Scholarships. Dua beasiswa master sedang dibuka untuk perkuliahan yang dimulai 2016. Beasiswa tersebut sebagai bentuk penghargaan raja maupun ratu Thailand.

Keduanya merupakan beasiswa penuh. His Majesty the King’s Scholarships adalah beasiswa bagi lulusan sarjana berprestasi dari kawasan Asia untuk mengambil gelar master mereka di School of Engineering and Technology (SET) dan School of Management (SOM), AIT.

Sementara,  Her Majesty the Queen’s Scholarships merupakan beasiswa S2 penuh bagi lulusan sarjana berprestasi untuk meraih gelar master di bidang yang terkait lingkungan di School of Environment, Resources and Development (SERD), AIT.

Setiap beasiswa yang diberikan sudah mencakup biaya kuliah, akomodasi, serta biaya hidup di perumahan kampus AIT. Beasiswa tersebut akan diberikan selama 22 bulan selama program master. Total nilai masing-masing beasiswa sebesar 970.900 Baht (± Rp 369 juta)

Persyaratan: 

1. Warganegara dari kawasan Asia

2. Lulus dalam bidang yang terkait dari perguruan tinggi terakreditasi

3. Memiliki prestasi yang baik pada program sarjana. IPK 3.5 ke atas atau setara

4. Mahir berbahasa Inggris (skor TOEFL 550 atau setara)

Pendafaftaran: 

Calon harus dinominasikan oleh ketua jurusan / departemen atau dosen pembimbing dengan mengisi formulir nominasi yang dikirim via email ke: rtg@ait.asia atau melalui fax: +662-524-5024. Setelah mendapat nominasi, pelamar diminta untuk mendaftar ke AIT dengan mengisi aplikasi online di http://www.ait.asia/admissions

Batas terakhir pendaftaran dan pengajuan nominasi adalah 31 Maret 2016. Dokumen aplikasi yang diminta untuk pendaftaran ke AIT, di antaranya:

› Salinan ijazah dan transkrip S1

› Dua surat rekomendasi

› Sertifikat TOEFL (550) atau IELTS (6)

Informasi lebih lanjut bisa Anda tanyakan dengan menghubungi Khun Wannapa, Tel. 02-524-5071 atau Khun Wilailak, Tel. 02-524-5023, web (www.ait.ac.th), atau melalui email rtg@ait.asia

– See more at: http://www.beasiswapascasarjana.com

Wanita Bersepeda

Sekujur tubuh Rini sudah dibasahi air hujan, ia lihat sekeliling lulu lalang kendaraan. Ia lari menyeberang jalan mencari tempat berteduh sambil menunggu angkot yang bisa menjadi kendaraan pulang. Dingin sudah mulai melanda, Rini mulai medekapkan tubuhnya untuk mencari kehangatan. Namun, tangannya tak kuasa menahan untuk menyentuh rintikan hujan. Ia mulai mengulurkan tangan di bawah tetesan hujan dan merasakan betapa indahnya hujan sore itu. Gadis itu terlihat tersenyum dan bahagia, ia begitu menyukai hujan.
Setelah turun dri angkot dengan seragam yang basah ia meneruskan perjalanan masuk gang untuk sampai ke rumah. Perumnas elit yang ia lewati membuatnya tersenyum, mengingat kisah 4 tahun lalu saat kebijakan oknum berkuasa di lingkungan Rini memerintahkan untuk membuat pembatas pagar kawat antara perumahan elit dan rumah penduduk kelas bawah di gang itu. Dengan alasan demi keamanan penghuni perumnas, semua orang hanya bisa menerima karena tidak mempunyai kuasa apapun untuk menolak.
Sekarang keadaan berubah, Rini harus menunduk melewati lobang pagar kawat yang dibuat sendiri secara sembunyi-sembunyi untuk jalan keluar. Jika mau lewat jalan lain, maka rute perjalan bisa tiga kali lipat dari biasanya baru sampai ke rumah. Dari pada seperti itu, ia lebih baik menerobos pagar lewat lobang kecil yang cukup meloloskan badannya yang masih mungil. Sudah biasa rasanya jika ada dari badannya yang tersangkut di kawat saat ia mencoba lewat.
Keadaan sekitar memang banyak berubah, namun ada yang tidak berubah selama 4 tahun ini yaitu sebuah rumah yang tepat ada di samping pagar kawat itu. Sebuah rumah sederhana yang belum dicat dan warung kecil di depannya. Jika sore hari tiba biasanya akan terlihat pemandangan dua orang suami istri duduk di teras rumah lusuh itu. Mereka duduk berbincang sambil menunggu warung, sesekali mereka tertawa dan sesekali mereka saling terdiam. Sama halnya sore itu…
Mereka sama-sama parubaya, itu terlihat dari banyaknya uban di kepala sang suami dan raut wajah istri yang semakin menua. Namun, di umur mereka yang sudah lanjut mereka hanya dianugerahi seorang anak perempuan. Seorang anak yang mungkin menjadi harapan satu-satunya untuk merubah nasib mereka ke depannya.
“Assalamu’alaikum….”
“Wa’alaikumsalam”
Rini langsung masuk kamar berganti pakaian.
“Mak wo, belanja!!!” teriak seorang anak kecil di depan rumah
“Ya san, mau beli apa?” balas Mak dengan lembut.
Bukannya menjawab, anak kecil itu malah berlari ke dalam warung dan memilih-milih kerupuk dan permen layaknya orang yang membawa banyak uang padahal biasanya ia hanya membawa jajanan Rp.500,00.
Selang beberapa lama suara anak itu menghilang dan Rini mulai menikmati istirahat siang beberapa menit saja di kamar.
Allahuakbar…Allahuakbar…
Suara adzan asar membangunkannya. Ia melihat keluar jendela. Sosok wanita yang tidak lain Mak nya itu mulai siap mengayunkan sepeda tuanya. Setiap sore ia mengayunkan sepeda untuk belanja keperluan warungnya. Jauhnya tempat belanja tidak membuat ia menyerah karena jika ia menyerah maka darimana ia bisa mendapat rezeki hari itu. Setiap 3 kali sehari atau lebih dari itu ia selalu siap mengayunkan sepeda untuk menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk membeli 2 kotak minuman, manisan kecil-kecilan, telor, tepung, gula dan barang warung lainnya yang hari itu habis.
Keluarga itu hanya memiliki satu sepeda tua sebagai alat penghidupan di tengah zaman dimana setiap rumah minimal sudah mempunyai satu kendaraan bermotor. Aku juga tidak mengerti mengapa mereka tidak mengeredit sebuah motor saja agar pekerjaan mereka lebih ringan.
“Rin, hujan!” sebuah suara mengagetkanku
Aku berlari menuju jemuran.
Berat sekali rasanya lenganku membawa semua pakaian yang tidak lain adalah pakaianku sendiri.
“Ah…sudah seminggu aku tidak mencuci, pasti ibu lagi yang mencuci semua ini”
Hujan bertambah deras, angin pun juga belum berhenti. Beberapa hari ini cuaca sore sering hujan dan badai. Aku mulai melipat pakaian sambil menatap ke luar jendela.
“Bagaimana keadaan ibu bersepeda tadi?”
Beberapa hari lalu…
“Bu, apa yang terjadi?” tanyaku saat melihat kakinya terluka
“Tadi ibu terjatuh di belokan jalan sana”. ibu itu coba menjelaskan
Aku melihat semua barang bawaannya dilumuri tanah semua. Dua kotak minuman di jok kereta dan beberapa kantong plastik yang bergantungan di sepeda sudah kelihatan kotor.
“Kok, bisa kena tanah bu?” tanyaku kesal
“Jalan disanakan masih belum diaspal, jadi masih banyak tanah. Ibu jatuh di tempat yang becek waktu ada motor mau belok dan ibu tidak bisa mengelak. Akhirnya ya jatuh seperti ini.”
“Dasar pengendara motor! Banyak yang tidak hati-hati kalau belok. Dia minta maaf enggak bu?” ucapku masih dengan emosi.
“Enggak…” jawab ibu tampak pasrah sambil mengelus kakinya yang luka.
Aku mengalihkan pandanganku ke arah ibu itu. Bajunya basah, celana di lututnya robek, ubannya sedikit keluar dari jilbabnya, tetapi wajahnya tetap datar saja seperti tidak terjadi apa-apa.
“Apa hari ini kejadian itu terulang lagi?”bisik hatiku.
Hari sudah semakin gelap.
“Ayah, jam berapa sekarang?”
“Jam setengah 6”
Aku berbaring di dalam selimut dan tersenyum melihat kertas yang tertempel di dinding kamarku. Berisi berbagai targetku tahun ini. My Targets itulah judul kertas kusam di dinding itu.
“Rin, sudah adzan!” suara ayah mengingatkanku kalau hari ini sudah mau malam.
“Rin, mana ibumu? Kok jam segini belum pulang.” Pertanyaan ayah membuatku cemas.
“Rini juga tidak tahu yah, padahal ibu sudah pergi sejak jam 4 sore tadi.”
Sesudah sholat aku dan ayah duduk di teras depan rumah menunggu kepulangan ibu.
“Semoga tidak terjadi apa-apa ya Rin, mana hujan dan badai juga tidak berhenti-henti dari tadi sore. Dimana ibumu ya?”
“Mungkin ibu lagi berteduh di jalan sambil menunggu hujan reda” Ucapku sambil menenangkan perasaan sendiri.
***
“Rin, cepat!!!” ayah menarik tanganku menuju sebuah ruangan.
Dingin, sekujur tubuhnya dingin. Aku mulai memegang wajahnya. “Sudah berapa lama aku tidak memegang wajah tua ini”. Mulutnya tertutup dan tidak menyapaku seperti biasanya. Sudah beberapa hari ini aku tidak mengobrol dengannya karena kesibukan kuliahku di semester akhir ini. Aku selalu pergi pagi dan pulang sore, malam hari pun aku memilih merebahkan badanku ke kasur daripada mendengarkan ceritanya tentang semua harapan besar yang ingin ia wujudkan. Melihat aku wisuda, memperbaiki rumah, memperbesar warung, membeli sepeda motor untukku, membuat usaha bakso ikan, naik haji, dan semua harapan-harapannya. Tangannya sudah begitu kasar menandakan kerasnya pekerjaan rumah yang ia kerjakan sendiri. Badannya semakin terlihat kurus menunjukkan sudah berapa banyak ayunan sepeda yang ia ayunkan selama ini yang telah menguras tenaganya. Air mataku mengalir deras sambil memeluknya, wanita penyemangat hidupku, ibu pengayun sepeda untuk membiayai sekolahku, motivator impian-impianku, sumber nasehat hidupku, dan teman terdekatku.
“Ibu….!!!”
“Rin,…kenapa?”
Aku mulai menghapus air mataku dan melihat sekelilingku.
“Kenapa tidur sore-sore? Ibu kan sudah bilang jangan tidur sore-sore karena banyak setan berkeliaran sore-sore gini. Cepat bangun! Sebentar lagi magrib” ucapnya dengan wajahnya yang dingin.
“ Ya bu…”
Aku tersenyum dan perlahan sosok itu menghilang ke luar kamarku.

Rasa Cinta yang Masih Ada

Ya Allah malam ini kulihat rembulan dan kuingat sosok dia. Dia ibarat bintang yang tak akan pernah bisa aku gapai, dia ibarat bulan yang hanya bisa kupandang keindahannya. Walaupun kami jarang bertemu namun hati ini tak bisa ku bohongi. Ya Rabb yang memegang hati ini, Wahai Rabb yang Maha membolak balikkan hati jika andai Cinta itu hadir kembali di hati ini aku mohon jagalah hatiku tetap dalam hidayah dan keridhoanMu. Aku manusia lemah yang sering tersilaukan dengan kenikmatan dunia dan terjebak didalamnya. Aku tahu Cinta ini adalah fitrah dan aku mensyukurinya karena Engkau menganugrahi aku perasaan ini. Namun aku begitu takut jika ini adalah Cinta palsu yang membuatku berpaling dariMu. Aku takut Cinta ini menipu daya diriku. Aku takut Cinta ini tumbuh bukan karenaMu. Ya Allah aku mengemis kasih padaMu, anugerahilah aku Cinta yang Murni ada karena Cintaku padaMu. Aku begitu takut ketika cintaku padanya hanya karena nafsu duniaku, hanya karena kemegahan yang aku pandang, hanya karena kesuksesannya di dunia, hanya karena kepandaiannya, hanya karena kemampuannya yang istimewa, namun aku lupa akhlaknya, pemahaman diinnya, dan dakwahnya. Aku ingin mendapatkan imam yang baik diinnya karena pasti semua kebahagiaan lain mengikuti.  Hari ini aku berharap Cinta ini hilang karena pondasi CIntaku bukan karenaMu dan aku pun telah menipu hatiku. Jika kami Engkau takdirkan bersama, maka tumbuhkan lagi cinta ini atas pondasi CintaMu bukan karena dunia di sekelilingnya sehingga kami bisa membina mahligai kehidupan yang Engkau Ridhoi, Namun jika bukan yang terbaik bagiku untuk bersama maka ikhlaskan hati ini untuk menerima itu semua. Mungkin aku belum pantas untuknya atau dia terlalu sempurna untuk ada disampingku. Dekat atau pun jauh itu yang terbaik, bertemu atau berpisah itu juga pilihan terbaik yang Engkau takdirkan untukku. Tentu yang paling baik adalah cukup menjalani skenario hidup yang telah Engkau garisi untukku. Ikhlaskan hati ini Ya Allah menjalani kehidupan dunia yang hanya sebentar ini….

Saat ini Aku menyadari satu hal. Cinta yang aku punya untuk dia terlalu tinggi. Dia terlalu Indah untuk aku sentuh, terlalu tinggi untuk ku gapai,dan terlalu jauh untuk aku kejar. Dia bak rembulan yang hanya bisa aku pandang dari kejauhan. Allah berikan aku cinta yang lebih sederhana, sebuah cinta karenaMu. Cinta yang tidak memandang apa pun kecuali dengan pandanganMu, Cinta yang tidak menilai apapun kecuali dengan penilaianMu, Cinta yang tidak mengharapkan apapun kecuali harapan keridhoanMu. Cinta yang tidak diputuskan hanya karena keindahan luar yang tampak, kemegahan masa depan yang dijanjikan, kehormatan dan sanjungan yang didapatkan, namun jauh lebih berharga. Aku ingin mencintai seseorang karena cintaku PadaMu, kedua orang tuaku, dan dakwahku. Membina kehidupan cinta hanya atas nama Cinta kepadaMu, menjalaninya hanya dengan cita-cita untuk bertemu di Syurga, memiliki dan menjaga karena kasih sayangMu, berpegangan tangan menjalankan kerja-kerja dakwah bersama, mendidik anak-anak generasi emas untuk Islam. Aku ingin cinta sederhana tidak memandang hanya dunia, aku ingin jatuh cinta karena keindahan hati dan akhlaknya, aku ingin memegang tangannya atas nama cinta kepadaMu semata. Ya Allah….Jauhkan aku dari fitnah cinta dunia yang penuh dengan tipuan dan jauh dari kata RidhoMu. Hapuslah cinta ini yang aku sadari karena nafsu duniaku dan tumbuhkan rasa cinta yang didasarkan ketaatanku padaMu.

Catatan dari seorang Teman

Selamat Karena Anda Sampai pada Kolom ini!

Saudaraku mari kita membaca ini dengan hati yang jujur karena muara cahaya hanya ada di dalamnya….

Sudah bersyukurkah, banggakah, dan cintakah kita dengan keislaman kita?

Saudaraku  angka berapa yang sudah menggambarkan umur kita hari ini, 18,19,20 atau lebih dari itu. Sudahkah kita mengucapkan kalimat ‘Alhamdulillah Aku Lahir sebagai Orang ISLAM’ sepanjang umur itu? dengan lantang, pelan, atau sangat pelan di dalam hati sekalipun. Jika SUDAH, maka selamat kita termasuk yang sudah bersyukur akan islam dan iman ini. Jika BELUM, maka masih ada kesempatan yang Allah berikan untuk mensyukurinya. Allah sungguh tidak butuh kalimat itu, tetapi itu awal yang kita butuhkan jika ingin merasakan bangga dan cinta dengan agama kita.

Sudah Bangga? Bagaimana ketika ada yang mengatakan islam itu TERORIS,KERAS, dan BANYAK ATURAN. Apa kalimat atau sikap yang terlontar dari mulut kita mendengar itu? DIAM, MEMBENARKAN, atau mengatakan itu TIDAK BENAR? Hanya kita yang tahu. Memang itu sikap yang sangat kecil tetapi pernakah kita meyadari sikap kecil itu cerminan kebanggaan kita akan agama kita? Bagaimana orang di luar islam mau berpositive thinking pada islam jika kita umatnya tidak bangga dan malah negative thinking dengan agama kita sendiri. Ingatkan contoh mulia yang Rasulullah contohkan? Yang menggambarkan betapa indahnya islam itu sehingga begitu banyak yang menjadi muslim melalui akhlak dan sikapnya. Kebanggaan akan keislaman kita inilah yang membuat kita akan mudah menjalani semua ajaran islam dan bahkan berlomba-lomba menjadi yang TERBAIK. Adakah perasaan malu sholat tepat pada waktunya dan membaca Al-qur’an, serta  mengajak yang lain untuk melakukannya? Malu banget karena takut menyandang predikat “Sok ALim” dari orang-orang tetapi kita tidak pernah malu bagaimana predikat kita di hadapanNYA. Banyak muslimah yang malu menutup aurat karena takut dibilang cupu dan Gx Gaul. Naudzubillah….semua itu untuk kita wahai saudaraku bukan untuk Allah. Kitalah yang butuh semuanya, janganlah kita sombong pada Allah sampai mulut pun sulit untuk berdo’a karena sesungguhnya yang memberi kehidupan kepada kita hanya Allah. Malu berbuat baik dan malah bangga berbuat maksiat adalah KESEDIHAN terbesar bagi kita hari ini. Sekali lagi saudaraku masih ada waktu kita untuk memperbaikinya.

Mencintai keislaman kita? tentu masih jauh karena tidak mungkin jika sudah ada kata cinta kita masih senang menyakiti sang Maha hak untuk kita cintai. Tertawa saat hati jujur mengingatkan “ ini SALAH “ dan masih saja kita lakukan itu, padahal Sang Baginda Rasulullah yang sudah dijamin masuk syurga sekalipun masih sering menangis dan jarang tertawa. Kita? Dimanakah tangisan kita saudaraku?. Tiket ke syurga dan bertemu Allah bukan hanya HAK sang Aktivis dakwah, para penghapal Al-Qur’an atau para ulama tempat muara ilmu. Kita juga masih mempunyai hak yang sama saudaraku. Masih ada bukan “cita-cita” kita untuk berkumpul kembali di syurgaNYA saudaraku?.Mari bersama walau di tempat yang berbeda, kita memperbaiki diri di waktu yang tersisa ini (Qs. Al-Ashr :1-3). Allahu’alam

Beasiswa OTS 2016-2017 ke Belanda

Peluang baik ini kembali dibuka bagi Anda yang bercita-cita melanjutkan studi ke Belanda. Orange Tulip Scholarship (OTS) 2016 – 2017. Beasiswa OTS dikhususkan bagi warganegara Indonesia yang berminat melanjutkan kuliah, baik jenjang foundation, bachelor, atau master di universitas-universitas Belanda. Beasiswa OTS didukung oleh institusi pendidikan tinggi Belanda, perusahaan Belanda, dan Pemerintah Indonesia yang tergabung sebagai sponsor.

Ada banyak perguruan tinggi maupun universitas Belanda yang berpartisipasi dalam skema beasiswa ini. Khusus Beasiswa OTS 2016 – 2017, setidaknya puluhan universitas ikut serta dan terus bertambah. Peluang itu tentunya sangat menguntungkan pelamar karena membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh beasiswa ke Belanda.  Untuk syarat dan ketentuannya – See more at: Beasiswa Pascasarjana

Tips untuk Listening IELTS

Tingkatkan kemampuan Listening kita dengan mengunjungi dan mendownload audio atau pun video di situs dibawah ini:

BRITISH COUNCIL LEARN ENGLISH LISTEN & WATCH

Beberapa audio untuk melatih kemampuan general dan academic listening secara online atau mendownload file mp3

BRITISH COUNCIL LEARN ENGLISH PROFESSIONAL PODCASTS

Berbagai dengan berbagai tema dan tingkat kesulitan

BBC PODCASTS

Kumpulan podcasts dengan berbagai topik yang panjangnya bisa 3-45 menit

AUSTRALIAN BROADCASTING CORPORATION PODCASTS

Mendengankan berbagai aksen Australia English

VOICE OF AMERICA PODCASTS

Berbagai video dari American English

TED TALKS

Untuk lebih banyak latihan listening dengan berbagai video dari lecturer dengan berbagai topik

Lebih kenal dengan “Sekolah Alam”

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ini adalah hasil diskusi kami bersama Pak Yasir dari Sekolah Alam Bogor di grup Indonesia Membaca. Yuuk kita simak!

Gimana asal mula pendirian sekolah alam?

Sekolah alam. Sebenarnya saya ga lebih berhak bicara kesekolahalaman. Saya bukan pendiri sekolah alam. Hanya orang yang bergiat di sekolah alam bogor selama 11 tahun lamanya.

Gagasan sekolah alam diawali oleh bang Lendo. Panggilan kami untuk seorang pejuang pendidikan bernama lengkap Lendo Novo.

Ia memulai perenungan tentang sekolah alam saat dipenjarakan orde baru.

Singkat cerita beliau merasa ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia.

Nah.. Kemudian ia mencari jawaban harus seperti apa pendidikan sejati. Dalam renungan dan penggalian terhadap alquran ditemukan sebuah jawaban jika pendidikan sejati haruslah mengantarkan peserta didiknya mencapai tujuan penciptaannya.

Tujuan penciptaan manusia adalah untuk menjadi hamba Alloh dan kholifah di muka bumi. Maka misi pendidikan SA(Sekolah Alam) adalah mengantarkan manusia menjadi kholifah

Menurut beliau ciri seorang kholifah adalah sbb:

  1. Dia harus faham cara tunduk manusia kepada Alloh
  2. Dia harus faham cara tunduk alam kepada Alloh
  3. Dia harus faham cara memimpin manusia agar tunduk pada Alloh
  4. Dia harus mampu mandiri menggapai rizki Alloh

Maka SA dlam kurikulumnya memiliki 4 pilar yaitu

  1. Pilar akhlaq
  2. Pilar logika ilmiah
  3. Pilar kepemimpinan
  4. Pilar kewirausahaan.

Lalu mengapa namanya sekolah alam?

Mungkin terinspirasi oleh kata bijak dari tanah kelahiran bang Lendo yang berbunyi:” alam takambang manjadi guru”. Maka dalam mewujudkan empat pilar pendidikan di atas diplilihlah konsep sekolahalam. SA menjadikan alam sebagai:

  1. Ruang belajar. Artinya di sekolah alam siswa bisa belajar di mana saja tanpa terbatas dinding kelas atau terkekang pagar sekolah. Belajar bisa di kelas, di lapang, di kebun, di pasar, terminal, pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, sungai, waduk dll.
  2. Alam sebagai media belajar artinya semaksimal mungkin SA menggunakan alam sebagai alat belajar. Atau jika tidak ada bahan alam maka maksimalkan penggunaan barang bekas untuk media belajar
  3. Alam sebagai objek belajar. Alloh telah bentangkan alam ini sebagai sumber belajar. Mengamati dan mentafakurinya harus dijadikan keseharian peserta didik.

Dalam menjadikan alam sebagai ruang belajar maka ruang kelas pun dibuat terbuka agar tidak mematasi pandang siswa kepada alam raya.

Dalam menjalankan empat pilar pendidikan maka SA menjalankan metode belajar sbb:

  1. Untuk pilar akhlaq metode yang paling efektif yaitu Learning by qudwah atau mengajar dengan keteladanan. Akhlaq bukan hanya transfer knowledge tapi bagaimana panutan disuguhkan. Maka disinilah peran guru sebagai teladan sangat diperlukan
  2. Pilar logika ilmiah dengan metode experiental learning dan experomental learning. PengALAMan adalah guru terbaik. Mengalami akan melahirkan banyak pertanyaan, pertanyaan akan menghasilkan banyak hipotesa, banyak jawaban dan banyak penemuan.
  3. Pilar kepemimpinan dengan outbond training. Di SA outbond bahkan scouting bukan hanya sekedar kegiatan selingan atau hanya diadakan saat liburan, tapi dikurikulumkan. Dengan target pembentukan karakter kepemimpinan
  4. Pilar kewirausahaan dengan metode.mengajarkan bisnia sejak kecil dan magang serta learning to maestro.

Sementara itu dulu

SA di indonesia ada 200an. Ini hebatnya bang Lendo. Ia ga pake franchise untuk siapa saja yang mau buat SA. sehingga siapa saja bisa buat SA. Sebaiknya memang kulonuwun ke beliau.

Oya dari 200 an SA sudah 70 an SA bergabung di JSAN atau Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Yang rutin mengadakan acara bersama seperti training guru, jambore siswa dan jambore guru.

Musyawarah JSAN menetapkan ada Core Value SA. Yang jadi acuan semua SA. Dalam implementasinya insitu developement dikedepankan

Bagaimana SA bisa bertahan dalam waktu yang lama ini ditengah gerusan sekolah sekolah lain?

SA pertama berdiri tahun 1996 di ciganjur sampai sekarang alhamdulillah berkembang menusantara. Keberhasilan bertahan karena sesungguhnya SA insya Alloh sesuai fitrah manusia sehingga dibutuhkan. Apalagi dengan semakin sadarnya kita tentang pelestarian alam. Maka SA bisa jadi jawaban pendidikan agar siswa ramah lingkungan.

Saya lihat cara belajar SA adalah fun. Jauh berbeda dengan SD biasa yang padat, teoritis dan berorientasi pada tercapainya nilai tertentu. Apa keunggulan kurikulum SA dibanding SD ya Pak? (tambahan dari moderator) bagaimana anak2 SA menghadapi UAN/UAS?

Fun learning sebenarnya fitrah belajar anak yang masih tahapan perkembangan bermain. Akademis bukan tuntutan utama. UAS dan UN tetap kami tempuh meski untuk UAS kami modifikasi misal di kelas 1-3 kami menyebutnya bermain peran jadi tiap anak akan memrankan tokoh sesuai keinginannya. Tiap tokoh harus menyelesaikan masalah yang dalam hal ini soal UAS. contoh anak berperan jadi BJ. Habibi. Tugasnya menyelesaikan soal Matematika. Jadi anak ga ngerasa lagi ujian bahkan kalau ditanya tadi ujian apa? Jawabnya : ujian? Aku ga ujian kok.

Sedang untuk UN kami ikut pola pemerintah meski kami kuatkan dalam aspek kejujuran dan ga menjadikan hasil UN patokan keberhasilan. Saat perpisahan ga pernah kami umumkan nilai UN tertinggi. Pengumuman UN hanya didapatkan pribadi. Di perpisahan kami umumkan nama murid dan mimpinya di kemudian hari

SA paling banyak, ada di provinsi mana?

SA paling banyak di JABODETABEK. setidaknya itu yang terdaftar di Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Tapi di tiap provinsi insya Alloh ada.

Pembelajaran anak pasti tdk lepas dr partisipasi & dukungan orang tua. Bgmn SA melibatkan partisipasi ortu?

Ortu kami libatkan melalui program Pertemuan rutin dan kegiatan komite yang intens. Tiap bulan ada pengajian ortu yang diisi pihak sekolah. Selain 3 bulan sekali setiap anak bertemu guru untuk diskusi perkembangan anak. Ada sesi-sesi parenting di awal dan dalam perjalanan ortu berada di SA.

Hal atw modal apa saja yg plg utama untuk bs bangun SA?

Modal utama adalah niat. Sekolah kami. Sekolah Alam Bogor memulai dengan sebuah gambar master plan sekolah dan tanah sewa. Kami sampaikan program kepada calon ortu tanpa ada satu bangunan pun berdiri. Alhamdulillah sudah 11 tahun kami sekarang sudah punya tanah sendiri meski bayarnya nyicil.

Selain niat tentu modal dasar adalah guru. Cari guru yang punya semangat JUANG jangan semangat UANG

Bagaimana SA merekrut guru ya Pak?

Saya bicara di Sekolah Alam Bogor ya karena bisa jadi d sekolah lain beda.

Di SAB kami mulai dengan PDGSA=Pendidikan Dasar Sekolah Alam.

Kami open rekrutmen orang- orang yang berminat jadi guru. Kami wawancara visi pendidikannya.lalu Mereka kami beri training gratis dengan menu

  1. Basic training
  2. Observation learning
  3. Survival training
  4. Magang
  5. Proyek kontribusi

PDGSA berlaku 3 bulan. Setelah 3 bulan ada final interview berkait kesiapan jadi guru SAB sekaligus diskusi gaji dsb. Nah kalau sepakat kami angkat jadi guru tetap

Pa, saya cita2 ngebikin SA beberapa tahun ke depan. Ada saran untuk saya terkait langkah2nya?

Faidzaa azzamta fatawakkal alalloh. Oya boleh main ke sekolah alam terdekat gali ilmu dan pengalaman. Kalau bisa sudah dengan tim jangan sendirian biar setelah silaturahmi bisa diskusi dan beraksi

SA itu swasta ya Pa? bagaimana penyesuaiannya dengan kurikulum diknas? dan bagaimana pula ijazahnya?

SAB sudah meluluskan SD 6 kali dan SMP 3 kali. Ijazah normal dapat. Kami swasta jadi memang ada banyak proses penyesuaian. Meski tentu tidak boleh merubah kekhasan sekolah alam

Di kami baru tahun ini membuat Sekolah tingkat atasnya. Di beberapa SA sudah ada SMAnya. Sperti di SA lampung, SA citra Alam, SA indonesia dan pelopor SMP-SMA 4 tahun yaitu School of Universe di Parung Bogor

Afiliasi SA kemana ya Pa? Murni mandiri atau? dan bagaimana dengan alumni2nya?

Maksud afiliasi itu apa ya. Kalau ormas atau parpol engga ada afiliasi kelembagaan hanya personal saja. Makanya kami buat Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Alumni generasi awal adalah lulusan SoU (school of universe) rata-rata bisnis di usia muda.

Berapa biaya sekolah di SA Pa? hehe

Biaya sekolah tiap SA beda tapi ada tiga peruntukan biaya sekolah

  1. Jihad harta atau investasi atau sering disebut uang bangunan. Adalah uang dari ortu untuk pembiayaan sarpras
  2. Bea guru atau SPP. Biaya dari ortu untuk Ihsan atau gaji guru
  3. Biaya program pembelajaran. Yaitu biaya yang dikeluarkan ortu untuk mengcover semua program belajar. Harian, mingguan, bulanan, tahunan. Camping, kunjungan edukatif, outbond dll termasuk di dlamnya. Ada 45 item kegiatan setahun yang diikuti siswa.

Bisa jadi mahal untuk sekolah yang ga punya donatur atau ga dapat bantuan pemerintaah sama sekali sperti sekolah kami.

Itu dia kerjasamanya antar sekolah lewat jaringan. Dengan kampus atau lembaga2 lain sudah ada sebagian SA yang melakukan. Di kami belum

Kalau ada anak yang males, gak suka, atau gak mau sekolah itu kenapa ya Pa? Atau mungkin bisa cocok kalau di masukkan ke sekolah alam dengan sistem yang luar biasa itu?

Anak malas bisa banyak penyebabnya. Salahsatunya bisa jadi tidak termotivasi belajar karena belajar di sekolahnya membosankan. Kami punya banyak murid pindahan yang dicap malas dan nakal di sekolah lamanya tapi berprestasi d sekolah kami. Di sekolah kami kadang anak2 susah pulang saking betahnya.

SAI dengan SAN beda, ya?

SAI dan SAN sama saja. Teman2 SAI punya jaringan tapi juga gabung juga di JSAN.

Setiap alumni SA apa sebaiknya melanjutkan di SA yang lebih tinggi ya Pak? atau boleh ke sekolah lain?

Bisa ke sekolah lain. Salah satu pelajaran berharga dari model sekolah kami adlah daya adaptasi. Alhamdulillah ada yang TK di SA SD di luar, SD di SA SMP di luar dan seterusnya. Walau kalau mau komplit ya sampai SMA minimal di SA. Sampai nemu dulu mimpinya. Idealnya begitu. Tapi realitanya pilihan sekolah lanjutan tergantung anak dan ortu.