Tidak ada yang mudah dalam mengejar impian

Aku ingat sekali, hampir tiga tahun lalu aku lulus S1 dari Universitas Bengkulu. Sejak saat itu, aku mulai memutuskan untuk menjadi scholarship hunter. Menjelajahi semua situs dan bertanya kepada siapa yang mempunyai kapabilitas dan pengalaman demi meraih mimpi untuk kuliah S2 di Luar Negeri. Sejak saat itu, kegagalan demi kegagalan menghampiriku. Dari beasiswa AAS, TBS, KGSP, LPDP aku apply, semua berakhir dengan GAGAL ADMINISTRASI. Kalian tahu apa alasannya? Sudah pasti TOEFL ku yang masih 483. Kegagalan itu membuatku akhirnya memutuskan mencari pekerjaan saja daripada buang-buang waktu mengejar mimpi yang tidak mungkin. Namun sayangnya aku gagal juga tes CPNS pusat di kemendikbud dan gagal juga di tes CPNS provinsi bengkulu. Rasanya kegagalan sudah membuatku hampir putus asa. Sampai pada akhirnya aku mendapat motivasi kembali setelah melihat dan membaca kembali profil penerima beasiswa. Dari semua profil yang aku baca dan aku tanya langsung, hampir semua pernah gagal dalam aplikasi beasiswa, kalau belum gagal bukan scholar hunter namanya, tanggapan mereka selalu begitu :D. Dengan berbagai kegagalan, mereka belajar dan pada akhirnya mereka berhasil. Aku sampai salut dan termotivasi lagi karena ada yang bahkan sudah hampir 10 kali gagal. Aku ingat mottoku “No Pain No Gain”. Akhirnya singkat cerita ramadhan 2015 aku berdoa pada Allah agar memudahkan jalanku mendapatkan beasiswa, aku luruskan niatku untuk mendapatkan beasiswa, dari niat awal sekedar ingin jalan-jalan dan tampil hebat di hadapan orang lain berubah drastis menjadi “agar bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak”. Sampai akhirnya di akhir July aku membaca info “Beasiswa LPDP Miskin Berprestasi”. Aku telusuri, ternyata beasiswa ini baru diluncurkan oleh LPDP. Dengan bismillah aku baca persyaratannya. Alhamdulillah TOEFL dan IPK ku memenuhi semua. Dengan cepat aku catat satu persatu syaratnya dan segera menyiapkannya. Walaupun deadline tinggal 2 minggu lagi, aku masih tetap bersyukur karena aku sempat membaca info ini, walaupun telat,hiks. Kalau tidak salah ada 18 dokumen yang harus aku siapkan dan semua di upload online. Walaupun toefl hanya 483 dan belum ada Letter of Offer, aku tetap bismillah mendaftar LPDP LN. Akhirnya sebuah akhir indah diberikan Allah aku lulus pada pengumuman sep 2015 menjadi salah satu awardee Beasiswa LPDP Magister LN. Kemudian aku diberikan pembekalan IELTS secara free dari LPDP dan sekarang lagi hunting LoA. Semoga Allah memberikan Universitas terbaik untuk S2 tahun ini. Break the leg! Aamiiin

Bengkulu, setelah lama tidak menulis

NB: Untuk proses seleksi yang aku ikuti insyaAllah aku akan post selanjutnya.