Cinta tak cukup mengalahkan kenyataan

Senja mulai menampakkan keindahannya
Namun aku terpaku resah
Menelusuri pikiranku
Hingga sampai pada titik itu
Melihat senyuman terlukis indah di wajah sederhananya
Walau memandang jauh diiringi malu
Itu tetap mampu menciptakan kebahagian
Tak berani mendekat karena takut akan penghindaran yang ia berikan
Biarlah terpendam dan terkunci di bagian terdalam
Kini semua darinya semakin bersinar
Pancarannya sudah menyebar
Betapa banyak tebaran keindahan yang ia tebarkan
Hingga tak aneh jika banyak mata memandang
Sebaliknya cahaya itu membuatku menjauh karena aku tak sanggup menahan terang
Cahaya remang lebih menawan
Tak banyak mengundang karena cukup aku yang menikmatinya
Entah sampai kapan resah ini hilang
Haruskah aku menunggu senja dan fajar berakhir
Atau menunggu saat indah yang masih misteri