Puisi Penghantar Takdir

Hujan sudah lama ia memanjakan pagi ini

Namun, tetap sama, wanita itu sudah bermandi peluh

Dinginnya pagi tak pernah meruntuhkan perjuangannya

Khawatir, sedih, itu perasaan tak pernah hilang

Aku tersenyum agar ia tenang

Walau senyum itu tergores pedih

Aku harus tetap menjaganya

Tak peduli aku bertambah usia atau ia mulai rentah

 

-Dikutip dari Novel “Puisi Penghantar Takdir”-