Dari Kata “BUS” saja aku belajar banyak hal

Belajar tentu bukan hanya identik dengan “mengahadiri kelas” tetapi lebih dari itu, terkadang apa yang kita lihat di sekitar kita bisa menjadi pelajaran yang berharga yang mungkin tidak kita dapatkan secara langsung ketika menghadiri sebuah kelas. Inggris yang sudah dikelas sebagai negara maju tentu memiliki banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran, namun bagiku yang sedang menempuh pendidikan di sini hal yang paling menarik perhatianku adalah “Tata krama Masyarakatnya”. Mungkin ketika mendengar kata “BUS” akan banyak hal moral yang aku ingat. Tentu itu akan menjadi pelajaran berharga!

1.Bus jadi pilihan transportasi utama

Transportasi utama di Inggris adalah Bus, termasuk di Bristol. Kenyamanan yang di dapatkan di transportasi umum menjadi alasan utama masyakat memilih mengandari Bus di bandingkan kendaraan pribadi. Pertama kali tiba di Bristol. aku sempat terkejut ketika melihat kota yang begitu nyaman untuk di tinggali. Aku sangka aku akan bertemu semerawutnya kemacetan dan kelamnya langit karena gumpalan asap pabrik, tetapi beruntungnya aku malah menemukan hal sebaliknya jarang ada kemacetan dan udaranya pun bersih dan segar. Kendaraan pribadi sangat sedikit sekali apalagi motor, bisa dihitung dengan jari. Mungkin kenapa kota besar di Indonesia pada macet, ya pastinya karena jumlah kendaraan pribadi yang sangat banyak. Bayangkan setiap orang mengendarai satu mobil dan setiap rumah ada yang memiliki 2 sampai tiga motor atau mobil. So, pantaslah kemacetan adalah masalah yang sulit di tuntaskan karena ego pribadi pun tiak bisa dikalahkan. Kalau disini setiap rumah rata-rata hanya memiliki satu mobil :). Mungkin nilai penting yang aku ambil adalah “konsep keserhanaan”. Siapapun kamu, Bus bisa menjadi pilihanmu pergi dengan nyaman karena kamu juga tidak harus menggunakan kendaraan pribadi.

2. Jadwal Bus yang on time

Yang tidak kalah menarik adalah “konsep kedisiplinan” masyarakat disini. Mereka sangat menghargai waktu. Setiap hari ada bermacam nomor bus yang beroperasi di Bristol sejak jam 7 pagi sampai jam 11 malam. Semua sesuai dengan jadwal yang tertera di bus stop masing-masing. Yang lebih enaknya lagi ada aplikasi “Bus checker” untuk melihat jadwal setiap bus melewati setiap bus stop. Dengan aplikasi ini aku bisa menghindari menunggu di bus stop dalam jangka waktu yang lama. Apalagi pas winter, aplikasi ini sangat membantu, karena aku bisa mengantisipasi agar tiba di bus stop 1- 2 menit sebelum bus lewat. Nilai kedisiplinan masyarakat disini bisa dilihat dari kedatangan transportasi umum yang on time, mau itu bus dalam kota, kereta api, mapun bus antar kota. Dari sini sangat terlihat mereka sangat mengharagai yang namanya waktu, sampai semua sistem dibuat agar setiap orang bisa memanfaatkan waktu mereka dengan baik.

3. Prinsip Antri

Kalian tahu, pertama kali datang disini sewaktu naik bus aku tidak memperhatikan kiri -kanan belakang-depan, aku hanya berusaha secepat mungkin masuk bus. Kalau ingat kejadian itu, nampak sekali kalau aku belum memahami busya antri (Baca: maklum budaya antri belum aku temukan di negara sendiri) terutama saat nunggu bus. Disini ketertiban dan respect sama orang lain sangat diutamakan. Maka mereka akan dengan sendiri antri jika menunggu bus. Dengan tertib akan masuk bus satu persatu. tidak pernah berdesakan sekalipun itu saat peak hours, yang antriannya panjang banget. Namun, ada satu pengecualian jika kita meilhat Lansia dan disabled, maka kita harus mendahulukan mereka. Aku menyaksikan sendiri keramahan masyarakat disini dengan Lansia dan diabled. Dengan tersenyum pasti mereka akan mendahulukan mereka. Lansia dan diabled pun memiliki tempat duduk khusus, biasanya 2 barisan seat depan. Oleh karena itu, penumpang-penumpang lainnya akan memilih mengisi seat barisan ketiga dan mengosongkan 2 barisan depan (Baca: tetapi ada saatnya kita bisa juga mengisi 2 barisan seat itu, lihat sikon). Oh ya, ada hal satu lagi yang membuatku tertarik. Di negara ini, disediakan alat bantu yang bersahabat dengan Lansia dan diasbled (baca: kursi roda, wheelchair, dll) sehingga mereka tetap bisa pergi sendiri kemanapun dengan bebas). Aku belajar bahwa setiap orang memiliki hak yang sama di negara ini teruatama fasilitas umum, pemerintah pun mensupport fasilitas itu agar bersahabat dengan siapapun baik dari segi umur maupun fisik.

Tentunya banyak hal yang bisa dipelajari dari kebiasan masyarakat disini yang mungkin belum kita temukan di negara kita sendiri. Kondisi atau sistem disini bukan menjadikan kita “mengeluhkan” kondisi Indonesia, namun sebaliknya “Menimbulkan harapan” bahwa Indonesia bisa juga seperti ini bahkan lebih baik ke depannya.

Islam di Inggris, the black country 2

Setelah menyampaikan pengalaman saya bagaimana saya pertama kali mengatasi ketakutan saya tentang penerimaan islam di Inggris di Part 1, sekarang saatnya saya berbagi pengalaman terkait makanan halal dan komunitas islam di Inggris terutama di kota tempat saya tinggal, Bristol.

Sulitkah mencari makanan halal?

Pertama kali tiba di Bristol, yang dicari tentu bagaimana cara agar bisa mengisi perut. Setiap akomodasi di Inggris pastinya punya dapur, baik dapur umum atau pun pribadi tergantung jenis akomodasi yang kita pilih, akomodasi kampus atau private (ada yang berupa flat, studio, maupun rumah). Kebetulan saya tinggal di private accommodation yang berbentuk rumah dan beruntungnya saya punya dapur yang besar dan komplit peralatannya (baca: jujur, lebih bagus dapur ini dah dari dapur rumah saya di Indonesia :), alhasil, banyak peralatan dapur yang saya perlu belajar cara menggunakannya, he). Saya pun akhirnya memilih memanfaatkan fasilitas yang ada untuk memasak makanan, selain sudah terjamin halalnya, cara ini akan sangat menghemat pengeluaran makan setiap bulan. Berbeda dengan yang shared kitchen, biasanya ini adalah akomodasi students yang berbentuk flat. Dapurnya adalah dapur umum, tetapi biasanya peralatan masak kita sendiri-sendiri. Jadi, tentu semua nya terpisah dan masih saling menjaga privacy. Selain itu tempat penyimpanan peralatan masak serta peralatan makan sendiri-sendiri. Biasanya ada pembagian rak atau lemari sesuai kesepakatan. Hikmahnya tinggal di flat, moment masak adalah saat-saat berharga untuk saling sapa sesama teman flat sehingga kita bisa lebih banyak mengenal mahasiswa lain. So, cara pertama mendapatkan makanan halal adalah “Masak sendiri”. Saya pun pertama kali memasak, rasanya tidak karuan (baca: maklum tidak pandai memasak, hiks). Namun, setelah 4 bulan ini mencoba memasak, rasa masakan saya cukup enak (baca: menurut saya,he). Ada hikmah.nya juga selain menuntut ilmu, saya juga belajar memasak. Dimana kata Anggi, teman serumah, “setidaknya dengan memasak kamu bisa berlatih bagaimana menjadi istri yang baik”, cieeee. Oh ya saya lupa, walaupun memasak sendiri tentu bahan makanan yang kita cari tentu harus halal juga. Sudah ada beberapa supermarket lokal yang menyediakan halal corner untuk umat muslim jika ingin membeli daging. Pemotongan hewan juga memiliki sertifikasi tersendiri di UK, yang biasa disebut HMC (Halal Monitoring Committee). Seperti di Bristol, ada beberapa butcher halal seperti Pak Butcher, ahmed Halal Butcher, Easton butcher, dan sebagainya.

image

Easton Halal Butcher

Tetapi tidak setiap saat kita punya waktu memasak. Apalagi jika tugas reading dan essay menunggu. Maka, pilihan paling tepat adalah membeli makanan. Karena tinggal di negara yang minoritas muslim, tentu makanan halal juga jadi tidak banyak dijual. Kita tentu harus lebih hati-hati. Pertama, tanya referensi dimana saja tempat makanan halal ke senior yang sudah lama tinggal di kota kita tinggal. Kebetulan, di Bristol banyak anak Phd yang sudah beberapa tahun disini, jadi waktu pertama kali datang dijelaskan bagaimana menemukan tempat halal. Ada juga beberapa keluarga WNI muslim yang lama tinggal disini, jadi tentu bisa jadi tempat bertanya. Oh ya, jika kita membeli makanan siap saji di supermaket, carilah makanan yang ada label suitable for vegetarian (Baca: berdasarkan pengalaman pribadi, makanan siap saji adalah pilihan tepat saat travelling). Maka, insyaAllah itu halal dan bisa kita konsumsi. Kedua, biasanya ada label halal di depan restaurant atau tempat makannya, biasanya yang menjual makanan hala itu adalah restaurant india, turki, dan pakistan. Namun, jika tidak ada label halal, jangan malu-malu untuk bertanya apakah mereka menyediakan makanan halal atau tidak. Mereka sangat welcome dan akan jujur menjawab jika memang mereka tidak menyediakan makanan halal. Ketiga, pakai aplikasi pendeteksi halal place seperti Adhan Time dan Islamic Pro yang bisa didownload di smartphone.. Kedua aplikasi ini selain berguna untuk melihat waktu sholat dan arah kiblat, keduanya bisa menunjukkan restaurant halal terdekat.

Bagaimana dengan komunitas Islam?

Setelah datang ke UK, saya sangat terkejut sekaligus bahagia bahwa saya tidak sulit mencari komunitas muslim disini. Dimulai dari kampus, sebagian besar Universitas di UK memiliki organisasi/komunitas muslim seperti di University of Bristol, ada Bristol University Islamic Society (Brisoc) dimana kita sebagai muslim bisa bergabung. Kalian bisa like juga fanpage facebook nya disini, dengan bergabung di komunitas ini saya bisa bertemu mahasiswa muslim dan muslimah dari berbagai negara. Ini adalah gathering bareng Brisoc saat welcoming kampus.

Di beberapa kota seperti London, Manchester, Nottingham, Southampton, Birmingham, dan termasuk Bristoljuga ada pengajian lokal. Di bristol Ada pengajian Al hijrah yang pesertanya dari keluarga WNI dan mahasiswa-mahaiswa di UWE maupun University of Bristol.

IMG-20161126-WA0022.jpg

Foto bareng yang lain setelah pengajian Al hijrah

 

Di UK, juga ada KIBAR (Indonesian Muslim Community in Great Britain). KIBAR adalah wadah komunikasi dan koordinasi kelompok-kelompok pengajian muslim Indonesia yang tersebar di berbagai kota di Inggris, sampai saat ini KIBAR disusun oleh 17 lokaliti stakeholder. Anggota pengajian ini berasal dari latar belakang yang sangat beragam yang meliputi mahasiswa, pekerja, maupun warga Indonesia yang menikah dengan warga negara UK. Di Kibar ada tausyiah online #TALK jadwalnya bisa dilihat di website. KIBAR UK juga secara rutin mengadakan pertemuan (gathering) dua kali setahun, yakni: Spring/Summer Gathering dan Autumn/Winter Gathering. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi warga muslim Indonesia di Inggris untuk saling mengenal dan mempererat rasa kekeluargaan.

img-20161024-wa0005

img-20161024-wa0007

Suasana KIBAR Autumn Gathering 2016 Southampton bersama Ustadz  Amir Faishol

 

 Dari pengalaman saya pribadi, saya merasa bahwa memang benar Islam rahmatan lil ‘alamin. Dimanapun kita menginjakkan kaki, insyaAllah cahaya islam akan ada. Tak peduli kita berada di negara dimana muslim nya masih menjadi minoritas. Salam cinta untuk semua muslim di bumi Allah lainnya….