Islam di Inggris, the black country 2

Setelah menyampaikan pengalaman saya bagaimana saya pertama kali mengatasi ketakutan saya tentang penerimaan islam di Inggris di Part 1, sekarang saatnya saya berbagi pengalaman terkait makanan halal dan komunitas islam di Inggris terutama di kota tempat saya tinggal, Bristol.

Sulitkah mencari makanan halal?

Pertama kali tiba di Bristol, yang dicari tentu bagaimana cara agar bisa mengisi perut. Setiap akomodasi di Inggris pastinya punya dapur, baik dapur umum atau pun pribadi tergantung jenis akomodasi yang kita pilih, akomodasi kampus atau private (ada yang berupa flat, studio, maupun rumah). Kebetulan saya tinggal di private accommodation yang berbentuk rumah dan beruntungnya saya punya dapur yang besar dan komplit peralatannya (baca: jujur, lebih bagus dapur ini dah dari dapur rumah saya di Indonesia :), alhasil, banyak peralatan dapur yang saya perlu belajar cara menggunakannya, he). Saya pun akhirnya memilih memanfaatkan fasilitas yang ada untuk memasak makanan, selain sudah terjamin halalnya, cara ini akan sangat menghemat pengeluaran makan setiap bulan. Berbeda dengan yang shared kitchen, biasanya ini adalah akomodasi students yang berbentuk flat. Dapurnya adalah dapur umum, tetapi biasanya peralatan masak kita sendiri-sendiri. Jadi, tentu semua nya terpisah dan masih saling menjaga privacy. Selain itu tempat penyimpanan peralatan masak serta peralatan makan sendiri-sendiri. Biasanya ada pembagian rak atau lemari sesuai kesepakatan. Hikmahnya tinggal di flat, moment masak adalah saat-saat berharga untuk saling sapa sesama teman flat sehingga kita bisa lebih banyak mengenal mahasiswa lain. So, cara pertama mendapatkan makanan halal adalah “Masak sendiri”. Saya pun pertama kali memasak, rasanya tidak karuan (baca: maklum tidak pandai memasak, hiks). Namun, setelah 4 bulan ini mencoba memasak, rasa masakan saya cukup enak (baca: menurut saya,he). Ada hikmah.nya juga selain menuntut ilmu, saya juga belajar memasak. Dimana kata Anggi, teman serumah, “setidaknya dengan memasak kamu bisa berlatih bagaimana menjadi istri yang baik”, cieeee. Oh ya saya lupa, walaupun memasak sendiri tentu bahan makanan yang kita cari tentu harus halal juga. Sudah ada beberapa supermarket lokal yang menyediakan halal corner untuk umat muslim jika ingin membeli daging. Pemotongan hewan juga memiliki sertifikasi tersendiri di UK, yang biasa disebut HMC (Halal Monitoring Committee). Seperti di Bristol, ada beberapa butcher halal seperti Pak Butcher, ahmed Halal Butcher, Easton butcher, dan sebagainya.

image

Easton Halal Butcher

Tetapi tidak setiap saat kita punya waktu memasak. Apalagi jika tugas reading dan essay menunggu. Maka, pilihan paling tepat adalah membeli makanan. Karena tinggal di negara yang minoritas muslim, tentu makanan halal juga jadi tidak banyak dijual. Kita tentu harus lebih hati-hati. Pertama, tanya referensi dimana saja tempat makanan halal ke senior yang sudah lama tinggal di kota kita tinggal. Kebetulan, di Bristol banyak anak Phd yang sudah beberapa tahun disini, jadi waktu pertama kali datang dijelaskan bagaimana menemukan tempat halal. Ada juga beberapa keluarga WNI muslim yang lama tinggal disini, jadi tentu bisa jadi tempat bertanya. Oh ya, jika kita membeli makanan siap saji di supermaket, carilah makanan yang ada label suitable for vegetarian (Baca: berdasarkan pengalaman pribadi, makanan siap saji adalah pilihan tepat saat travelling). Maka, insyaAllah itu halal dan bisa kita konsumsi. Kedua, biasanya ada label halal di depan restaurant atau tempat makannya, biasanya yang menjual makanan hala itu adalah restaurant india, turki, dan pakistan. Namun, jika tidak ada label halal, jangan malu-malu untuk bertanya apakah mereka menyediakan makanan halal atau tidak. Mereka sangat welcome dan akan jujur menjawab jika memang mereka tidak menyediakan makanan halal. Ketiga, pakai aplikasi pendeteksi halal place seperti Adhan Time dan Islamic Pro yang bisa didownload di smartphone.. Kedua aplikasi ini selain berguna untuk melihat waktu sholat dan arah kiblat, keduanya bisa menunjukkan restaurant halal terdekat.

Bagaimana dengan komunitas Islam?

Setelah datang ke UK, saya sangat terkejut sekaligus bahagia bahwa saya tidak sulit mencari komunitas muslim disini. Dimulai dari kampus, sebagian besar Universitas di UK memiliki organisasi/komunitas muslim seperti di University of Bristol, ada Bristol University Islamic Society (Brisoc) dimana kita sebagai muslim bisa bergabung. Kalian bisa like juga fanpage facebook nya disini, dengan bergabung di komunitas ini saya bisa bertemu mahasiswa muslim dan muslimah dari berbagai negara. Ini adalah gathering bareng Brisoc saat welcoming kampus.

Di beberapa kota seperti London, Manchester, Nottingham, Southampton, Birmingham, dan termasuk Bristoljuga ada pengajian lokal. Di bristol Ada pengajian Al hijrah yang pesertanya dari keluarga WNI dan mahasiswa-mahaiswa di UWE maupun University of Bristol.

IMG-20161126-WA0022.jpg

Foto bareng yang lain setelah pengajian Al hijrah

 

Di UK, juga ada KIBAR (Indonesian Muslim Community in Great Britain). KIBAR adalah wadah komunikasi dan koordinasi kelompok-kelompok pengajian muslim Indonesia yang tersebar di berbagai kota di Inggris, sampai saat ini KIBAR disusun oleh 17 lokaliti stakeholder. Anggota pengajian ini berasal dari latar belakang yang sangat beragam yang meliputi mahasiswa, pekerja, maupun warga Indonesia yang menikah dengan warga negara UK. Di Kibar ada tausyiah online #TALK jadwalnya bisa dilihat di website. KIBAR UK juga secara rutin mengadakan pertemuan (gathering) dua kali setahun, yakni: Spring/Summer Gathering dan Autumn/Winter Gathering. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi warga muslim Indonesia di Inggris untuk saling mengenal dan mempererat rasa kekeluargaan.

img-20161024-wa0005

img-20161024-wa0007

Suasana KIBAR Autumn Gathering 2016 Southampton bersama Ustadz  Amir Faishol

 

 Dari pengalaman saya pribadi, saya merasa bahwa memang benar Islam rahmatan lil ‘alamin. Dimanapun kita menginjakkan kaki, insyaAllah cahaya islam akan ada. Tak peduli kita berada di negara dimana muslim nya masih menjadi minoritas. Salam cinta untuk semua muslim di bumi Allah lainnya….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s