Hidupmu adalah pilihanmu

Yesterday is a History. Tomorrow is a mystery. Today is a Gift. That’s why we call it PRESENT.

Kata-kata itu cukup menggambarkan betapa pentingnya hari ini dan betapa berharga setiap waktu yang kita jalani. Jika ingin belajar bagaimana memaknai hidup, buku Cherish Every Moment is really recommended for everybody. Mungkin ada yang penasaran apa artinya Cherish Every Moment???

Cherish Every Moment berarti kita harus menghargai setiap waktu, setiap saat, bahkan setiap detik yang kita alami dalam hidup ini. Waktu yang paling berharga adalah Hari INI. Namun sayangnya banyak diantara kita yang tidak menyadari itu karena kita sibuk bahkan cemas akan masa depan yang belum tentu akan kita temui, bisa sajakan tomorrow is never comes. Atau kita terpuruk dalam penyesalan masa lalu yang tidak bisa lagi kita ulang.

Mengapa kita harus menikmati waktu Hari Ini?

64a5d09468aa40db396098c06645792dKarena mungkin saja hari ini adalah hari terakhir kita untuk bertemu orang-orang yang kita sayangi: keluarga, sahabat, teman, serta tetangga. Bangunlah mindset bahwa “jangan-jangan hari ini adalah hari terakhir saya”. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan hari ini dengan maksimal dengan membuat orang sekitar bahagia dan tidak kecewa. Kalau saja kita mampu berpikir seperti itu, maka yakinlah hubungan kita dengan setiap orang berada pada kualitas yang terbaik. Namun yang terpenting adalah kita akan beribadah kepada Tuhan dengan kekhusuan jika kita membayangkan hari ini adalah hari terakhir kita beribadah. Dengan mindset seperti ini hidup kita akan jauh lebih indah. Selipkan selalu dalam setiap aktifitas kita ketika lelah, marah, cemas, sibuk, bahkan mengeluh akan hari ini.

Tapi berbicara kematian sering menakutkan banyak orang…

Mengapa kita takut? Karena kita tidak tahu apa itu mati sama halnya ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Jika kita bertemu dengan seseorang yang belum kita kenal, maka pasti ada kecemasan dan ketakutan di dalam diri: Apakah dia orang yang ramah? Menghargai Anda? Suka bercanda atau serius? Mau mendengarkan Anda? Bertele-tele atau to the point?.

Lantas bagaimana agar kita tidak takut dengan kematian? Tentu saja dengan mencari tahu informasi mengenai kematian. Dan, karena belum pernah ada orang mati yang kembali ke dunia ini, tentu saja kita perlu mencari tahu melalui Kitab Suci. Atau boleh juga bertanya kepada orang-orang yang pernah mati suri atau kepada yang pernah mengalami near to death experience. Kita juga perlu membuka topik-topik mengenai kematian ini kepada anggota keluarga kita. Coba diskusikan apa yang akan terjadi jika salah seorang dari keluarga Anda meninggal. Jangan menganggap ini tabu. Justru ini adalah satu-satunya hal yang pasti di dunia ini.

Menurut Anda manakah orang yang lebih berani: orang yang berani hidup atau berani mati?

Kedua-duanya. Orang yang berani adalah orang yang berani mati sekaligus berani hidup. Kita siap untuk hidup, siap juga untuk mati. Mengapa demikian? Karena hidup indah, mati juga indah.

So, Hidup adalah Hari Ini. Karena itu tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan hari ini. Hari ini adalah sesuatu yang nyata. Hari ini adalah hadiah terbesar dari Tuhan kepada kita. Kalau kita menyadari itu, maka kita akan menghargai setiap momen di kehidupan kita sehingga hidup kita akan terasa lebih indah.

Life is choice….

Hidup akan lebih indah apabila ia berada di tangan kita sendiri bukan di tangan orang lain. Cobalah renungkan baik-baik siapakah yang sekarang ini mengendalikan kita??? Apakah Kita menjadi sutradara terhadap kehidupan Kita sendiri? Ataukah Kita merasa dikendalikan dan diatur oleh orang-orang sekitar Kita? Apakah Kita melakukan banyak hal lebih karena kewajiban Kita dan bukan karena keinginan dan pilihan Kita sendiri???

Topik ini sangat penting karena masih banyak orang yang merasa tidak mempunyai pilihan dalam hidupnya. Apakah termasuk kita??? Orang-orang seperti ini sangat dipengaruhi oleh kondisi dari luar, padahal kemampuan terbesar yang kita miliki dalam hidup adalah kemampuan kita untuk memilih.

Apa ciri-ciri orang yang yang merasa seperti itu?

Pertama, orang itu selalu merasa terpaksa dalam melakukan sesuatu dan sering merasa tidak berdaya. Kedua, mereka melakukan segala sesuatu atas nama kewajiban (kewajiban atasan, mencari nafkah, menghidupi keluarga, tuntutan orang sekitar). Jika kita seperti ini, maka kita tidak akan menikmati hidup yang indah karena merasa kendali tidak ada dalam genggaman kita.

Ingat hidup hanya akan indah kalau KITA menjadi TUAN terhadap kehidupan kita. Kitalah yang menentukan dan mengendalikan segala sesuatu dalam hidup kita.

Tapikan wajarkan kalau kita dipengaruhi oleh lingkungan luar?

Ya wajarlah, bahkan sangat wajar. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa terpengaruh oleh lingkungannya. Tapi ini namanya “dipengaruhi” bukan “ditentukan” karena keduanya memiliki perbedaan sangat besar.

Lantas bagaimana agar kita tidak ditentukan oleh lingkungan?

Jangan pernah menyerahkan remote control Kita kepada orang lain. Kita harus menyadari bahwa kita mempunyai PILIHAN. Pilihan inilah kata kuncinya. Bahwa pada setiap kondisi kita selalu mempunyai pilihan. Benar, kita tidak selalu bisa memilih lingkungan kita, tetapi kita senantiasa dapat memilih respon kita. So, gunakan pilihan itu dan semua akan berubah.

Apa contoh-contoh pilihan dalam Hidup?

Seorang wanita karir memilih berhenti bekerja demi keutuhan keluarganya. Bukankah itu sebuah pilihan? Bukankah banyak diluar sana, wanita-wanita karir yang tetap bisa bekerja sekaligus mengurus keluarganya?

Pilihan-pilihan dalam hidup ini masih sangat banyak. Bayangkan ketika bangun tidur pagi tadi. Kita bisa memilih bangun jam berapa, lalu sarapan apa, sambil sarapan ada pilihan kegiatan apa yang mau dilakukan hari ini, ketika sarapan sambil nonton TV ada juga pilihan kita mau nonton channel apa. Sepanjang jalan di perjalanan kerja kita juga punya pilihan: mendengar musik, menelepon, berdzikir, baca Qur’an, membaca buku, dan sebagainya. Ketika samapai di suatu tempat kerja kita juga punya pilihan: tersenyum, marah, tanpa ekspresi, menyapa duluan, dan sebagainya. Jadi, banyak sekali pilhan dalam hidup… Tapi sampai sejauh ini sudah berapa banyak pilihan yang kita buat? Esensinya hidup itu sendiri adalah pilihan. Life is a choice.

Namun, adakalanya lingkunganlah yang menentukan respon kita. Misalnya ada yang marah kepada kita, Apakah kita mempunyai pilihan?

Tentu saja. Kita bisa memilih diam saja dan tidak memperdulikan orang tersebut. Kita juga bisa bals memarahinya. Kita juga bisa bertanya baik-baik mengenai apa yang menjadi pokok permasalahannya. Jadi, kita senantiasa mempunyai pilihan.

Tapi, sering dalam kondisi emosional, kita tidak sadar bahwa kita mempunyai pilihan…

Pertama-tama kita harus menyadari bahwa dunia yang sangat runit ini pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu stimulus (segala sesuatu yang kita alami yang berada di luar kita) dan respons (segala sesuatu yang ada di dalam diri kita: perilaku, tindakan, tanggapan). Kualitas seseorang bukan dilihat dari stimulus yang diterimanya tapi dari respon yang diberikan. Seringkali kita tidak pernah sadar dan selalu lupa mengambil jedah antara stimulus dan respon sehingga kita sering mencampuradukkan semua itu. Dan karena begitu bercampur aduknya, Maka kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga: PILIHAN-PILIHAN KITA.

Dikutip dari buku Cherish Every Moment  karya Arvan Pradiansyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s