Resume Diskusi Online LPDP Bersama Pemuda Pemudi Bengkulu

Ini adaraflesiaarnoldiibengkulunovember2011lah resume dari diskusi online via whatsApp Grup “LPDP Bengkulu” tanggal 30 Oktober 2016 ( Jam 19.00-22.00 WIB). Grup ini beranggota 96 orang yang merupakan grup pemuda pemudi bengkulu yang akan mendaftar beasiswa terutama LPDP sebagai upaya jalan untuk ber
kontribusi ke depannya bagi daerah Bengkulu. Aamiin.

MC: Zuhirmanto

@Zuhirmanto: baik,asslmualaikm wr.wb,sblumny perknalkn nama sya zuhirmanto,saya tmatan profesi nurse thn 2015,sblum kita memulai acra ini mrila kita mengcp basmala,diskusi kita mlai dg topic lpdp,narasumbr mbk mela,kpda mbk mela wkt n tmpt di persilakn :D. siapayg hdir tlg knfirmsi…

@Mela: [1:16 PM, @Mela: Salam kenal semua, nama saya mela azizah, lulusan S1 pendidikan Mtk UNIB. Saya lulusan tahun 2013. Setelah lulus S1, emang sudah berniat punya mimpi untuk studi s2 ke luar negeri dengan alasan yang simple yaitu : KEPENGEN MENGHABISKAN 4 MUSIM DI NEGERI SEBERANG 😂
[1:17 PM, @Mela: mau nyentuh salju itu gimana rasanya (jadul banget ya saya,he)
[1:17 PM, @Mela: oleh karena itu saya sudah bertekad untuk mendaftar beasiwa. Apapun beasiswa nya yang penting bisa ke LN. maka, sejak 2013 bukan fokus cari kerja namun jadi scholar hunter
[1:18 PM, @Mela: kalian mungkin tidak menyangka bahwa saya BERANI mendaftar beasiswa LN hanya dengan toefl 483 di tahun 2014. saya juga sudah berani membuat paspor, walaupun tidak tahu kapan digunakan,he. Saya merasa paspor menjadi kekuatan saya “UNTUK MENGINGATKAN PADA MIMPI SAYA”. Al hasil, karena skor toefl itu saya banyak mendapat penolakan, dari beasiswa AAS, TBS, dan KGSP, Namun, alhamdulillah berakhir dengan Lulus LPDP 2015. 

[1:23 PM, @Mela: karena toefl saya yang masih 483 dan saya mendaftar afirmasi kurang mampu berprestasi, maka saya mendapat pengayaan bahasa untuk meraih IELTS 6.5. kalian bisa baca bagaimana saya harus berjuang dari skor toefl 483 (sama dengan IELTS=4) menjadi 6.5 yang pada teorinya saya buruh 2.5 tahun untuk menuju 6.5. Alhamdulillah, memang rezeki akhirnya saya lulus 6.5 bulan April 2016.
[1:23 PM, @Mela: kalian bisa baca di blog saya disini dan akhirnya september 2016 saya sampai di Inggris, untuk melanjutkan s2 di University of Bristol

[1:27 PM, @Mela: ada satu quote saya yang saya sangat percaya 👇
[1:27 PM, @Mela: “Bagaimana mereka akan mempercayai impian-impianmu jika engkau saja tidak mempercayainya”. so, tetap yakinlah pada diri sendiri. oke, untuk tips2 ala saya, bisa kunjungi blog saya disini dan disini

oke, cukup dari saya. saya kembalikan ke moderator jika ada yang mau ditanyakan

Ini adalah Pertanyaan2 yang diajukan di diskusi:

@Zuhirmanto: smga kita bisa mewjudkn impian kita sperti mbk mela juga,amin,mbk untk mendptkn tofl yg kita hrapkn apkah kita hrus kusus juga di lmbga yg ada?sya ingin ikt kusus tofl n di univ ada,biayany 5 jta,lw ada tman2 yg ingin ikt kita bru ada 3 org msi krang 7 org gi,jika tman2 ada yg brmint bisa knfir,gmana mbk mela crany bisa lu2ls tofl dg nlai baik jika engglish kita msi dasar?he apkah yg smua yg lu2s beasiswa engglisny suda good smua?

[1:38 PM, @Mela: jujur, saya tidak pernah bergabung di kursus apapun, saya belajar otodidak di rumah lewat website atau pun buku. Karena d bklu waktu itu biaya les toefl mahal dan saya juga harus kerja ngajar les untuk mengumpulkan dana (karena untuk mendaftar beasiswa kita juga perlu dana). Tetapi saran saya, lebih baik gabung ke kursus atau bimbel (terutama yang GRATIS, ex: Sekolah toefl kak budi) karena untuk jaga komitmen belajar sendiri itu sulit.
[1:39 PM, @Mela: Tips Lulus TOEFL kebanyakan orang adalah latihan soal-soal toefl karena untuk toefl ada tips dan tricknya, jadi kalo byk latihan, kenali tipe soal, insyaAllah bisa naik. saya juga gx bsa bsa bilang kalao “Kita bisa lulus hanya dengan bahasa inggris yang pas-pasan”. Intinya, tidak ada yang mudah dalam meraih beasiswa tapi pasang prinsip Beasiswa itu SULIT tapi aku BISA jangan sebaliknya. Bahasa itu sangat penting, walau awalnya toefl saya 483, tp pada akhirnya saya harus berjuang lagi belajar IELTS mati-matian (lebay,he).

Note: yang sudah lulus beasiswa tentu belum juga menjamin bahasa inggrisnya bagus (seperti saya, masih belepotan juga dan masih terus belajar sampai sekarang), tapi mereka semua sudah memenuhi syarat minimal bhasa dr universitas tujuan. So, semangat.😬

@Feri Vahleka: Moderator, saya ingin bertanya .. bagaimana sistem perkuliahan diluar negeri mbk? Apa lagi kita tahu kalau bahasa inggris matematika sedikit dan berbeda makna dengan bahasa inggris yang lazim. Iya, disana mbk tetap pendidikan matematika ataukah matematuka murni?

[1:44 PM, @Mela: sekalian dengan pertanyaan Gina ya
[1:46 PM, @Mela: Pertama datang dan masuk kelas saya sudah culture shock duluan. Ketika lecturer ngomong, ucapannya seperti angin (lewat aja tanpa dimengerti,he). Accent mereka yang berat tentu beda dengan yang bukan orang inggris klo ngomong. Mereka kayak berkumur2,he. Tetapi lama-kelamaan kita cukup terbiasa, walau butuh waktu perlahan. Namanya belajar, mesti setahap demi setahap
[1:47 PM, @Mela: sama juga ketika berinteraksi dengan warga sini, buku, dan paper yang full english. 

[1:47 PM, @Mela: disini kita diberikan personal tutor untuk menjadi tempat kita konsultasi terkait apapun di akademik (ini gx ada di Indo)
[1:48 PM, @Mela: mereka dosen yang dengan sukarela mendengarkan curhatan kita
[1:48 PM, @Mela: kalo perkuliahan, ada masuk kelas, seminar, independent, diskusi, persentasi
[1:49 PM, @Mela: disini baru meraskan bahwa Membaca itu Penting sekali. saya juga masih berusaha beradaptasi

@Lia Haryana: Izin bertanya moderator.
Kalo menurut mba Mela, adakah tips dalam memilih universitas di luar negeri? Karena setiap univ itu mempunyai kelebihan. Apakah kita lebih baik memilih universitas top di negara tersebut atau yg biasa aja?
saya pribadi untuk top university, ada kekhawatiran tidak bisa mengikuti sistem perkuliahan disana..

[1:56 PM, @Mela: oke, untuk Lia: Pilih univ yang ranking nya bagus, ranking jurusan kita bagus, dan kita memenuhi syarat. bisa cek di http://www.topuniversities.com/qs-world-university-rankings . Tetapi untuk tujuan univ LPDP itu adalah univ2 yang terbaik, baik dalam negeri dan luar negeri. klo menurut sya pertmbangkan syarat univnya (apakah kita memenuhi) terlebih dahulu, karena sebenarnya semua ranking univ di LPDP sudah 200 dunia. Tapi klo bsa ushkan yang 100 top dunia. karena pasti pengalamannya lebih 😀

@Widuri:

Mbaa mau tanya, ini mengenai essay krn jjur sya blm prnh sma skli mmbuat essay. D essay kan kita juga mncritakan ap kontribusi kt, trmsuk juga ap yg udh kt lakukan untk bangsa kan mba..

Nah dalm proses pmbuatan apkah ad saran mba?
Misal kita mmbicrkan smua yg baik2 dr diri kt dsna apkah kt tdk d cap sombong oleh pnilai mba? Teimakasih

[1:59 PM, @Mela: untuk widuri: Tulislah apa adanya dengan kejujuran. menonjolkan diri namun tetap dengan kerendahan hati ( contoh: aku adalah…. (positif), namun aku menyadari bahwa aku masih perlu untuk belaajr lagi karena… (kelamahan). Intinya seimbang, tentu widuri punya gaya menulis sendiri. “kita punya cara sendiri menyampaikan siapa kita”

@Lia: Izin bertanya lagi mba. Untuk penyaluran beasiswa LPDP itu sendiri sistem nya gimana mba? Dikirim per bulan/per3bulan/per semester?
Apakah uang beasiswa mencukupi biaya hidup kita disana? Ataukah kita wajib mencari pemasukan tambahan?

@Mela: klo terkait sistem, nanti kalau sudah lulus kalian akan dikasih tahu (takut memberi tahu sebelum saatnya ✌). Waaah kalo soal cukup, kalo mb pribadi: Sudah lebih dari cukup dan tidak perlu kerja lagi, kalo mau bisa sedikit kalian tabung 😬

@Cici Febrianti: Izin bertanya moderator. Untuk mendapatkn LOA di Luar Negeri brp lama waktu yg kita butuhkn mbg? Apkah LOA sebaiknya di dapatkn sblm apply beasiswa?

[2:14 PM, @Mela: Untuk Cici: Tergantung universitas, ada yang cepat dan ada yang lambat, Klo univ of bristo, lebih kurang 2 bulanan (rata-rata sperti ini). tetapi ada yang lebih cepat (rata-rata univ d aussie lebih cepat)
[2:14 PM, @Mela: klo terkait LoA untuk LPDP
[2:15 PM, @Mela: LN: Usahakan sudah ada LoA (cond, uncond, atau minimal sudah mendaftar)
[2:16 PM, @Mela: DN: Belum dlu (karena mak studi bisa mulai 6 blan sjak penutupan kita mendftar administrasi), Lulus, baru cari Univ
[2:16 PM, @Mela: tapi sudah tahu benar bagaimana jurusan yg kita tuju

@Widuri: nanya lagi mba.. Untk surat recomendasi dbuat scra online atau trtulis lalu d scan??

[2:17 PM, @Mela: tertulis, ada format dr lpdp (kita print, lalu mtk dosen ngisi), tulis tangan biar otentik
[2:17 PM, @Mela: tapi diketik juga boleh sich

Setelah kita print, lalu masukin untk prsrtann lpdpny d scan gtu ya mba? Ap krtas yg d print untk recomendasi ini d bwa ktika p ngcekan berkas asli?

[2:19 PM, @Mela: ya, di scan, lalu upload, aslinya dibawa pas interview
[2:19 PM, @Mela: ehm, kalo gx salah ada, soalnya pernah dlu ketemu anak s2 keperwatan tapi kurang tahu d univ mana

@Zuhirmanto: nany mbk lw di luar ngri,jrusan mgistr kep ad gk mbk?

[2:20 PM, @Mela: oba, buka univ tujuan LPDP satu persatu (lalu search di bagian Find a course)
[2:20 PM, @Mela: atau search d google, tapi mungkin bukan nurse ya namanya, apa gitu. Bentar saya coba searching. Coba Cek!

http://www.hotcourses.co.id/study/provider-result.html?collegeId=69267&catCode=H5-3&urlcatId=H5-3&parentQualId=3&nationCode=88&nationCntryCode=88&countryid=210

@Toto Ariko: Mbak mel, numpang nanya adakah tips spekta agar bs dpt beasiswa lpdp mbk ? Dan pas wawancara apakh semua yg diwawancara lolos atau ada yg tidak ? Trus satu lg mbk, kriteria yg dicari lpdp itu kira kira yg seperti apa mbk y

[2:25 PM, @Mela: tips spekta???🤔
[2:26 PM, @Mela: klo tips umum bisa dilihat d blog

[2:27 PM, @Mela: tapi secara singkat : Adakan persiapan yang matang (cari info byk2 terkait univ, tips lulus ala awardee, dan pahami tujuan jurusan dan univ), be yourself, Bedoa dan bayk sedekah dan memebri pertolongan,
[2:28 PM, @Mela: saya merasa ketika kita semakin dekat dengan Tuhan, maka Apapun akan mudah Dia berikan.

[2:29 PM, @Mela: pasti ada yang gx lulus di wawancara, karena wawancara adalah nilai utama penentu kita lulus atau tidak. Byk yang tidak lulus karena penampilan di wawancara tidak sesuai dengan yang LPDP cari
[2:30 PM, @Mela: kriteria yg dicari: Satu visi dan misi dg LPDP serta siap berkontribusi bagi Indonesia ke depannya
[2:31 PM, @Mela: Kepribadian, plan kontribusi, dan pengetahuan jadi poin penting menurut sya

@RatnaLestary: Mbk mel, mau tnya. Bagaimana peluang lulus tahap substansi?
Ada kah quota lpdp masing2 batch?
Atw yg penting memnuhi kualifikasi lpdp sja?

[2:33 PM, @Mela: untuk Ratna: Kalo Kuota, saya kurang tahu pastinya berapa. Tetapi menurut pengalaman “Selama kita memenuhi kualifikasi yang dicari LPDP” maka kita lulus terlepas dr kuota berapa. Pernah kejadian, kuota yang ditargetkan lpdp tidak tercapai karena byak pendaftar yang tidak memenuhi kualifikasi (akhirnya Lpdp buka gelombang lagi agar kuota tahun itu tercapai). Luar biasa LPDP
[2:34 PM, @Mela: mereka benar-benar profesional dalam penyaringan

Hmm. Artinya tidak ad persaingan antar peserta klau gitu ya mbk. 😃 luat biasa.
Oh ya mbk. Hal2 yg tidak sesuai lpdp cari itu bagaimana mbk?
Sepengetahuan mbk, contoh perihal nyata yg membuat peserta tidak lulus di wawancara?

@Mela: Ya, Ratna: Mungkin kepribadian yang tidak pas (ex: sombong, berbohong, dll) ini bisa terbaca dr ekspresi waktu wawancara krn ada psikolog yng jd pewawancara,he. bisa juga pengetahuan kita yang belum dalam terkait jurusan kita (plan nya belum jelas), atau kontribusi kita belum mencerminkan apa yg dibutuhkan untuk bangsa, dll

@Toto: Mbk izin nanya lg..jd untuk pendaftaran nnt yg pengalamn kerja atau organisasi apakh nnt pas di wawancra semua organisasi dn pengalamn mmbutuhkn bukti fisik mbk ?

@Mela: untuk Toto: Tidak semua, tapi kalau ada bawa pas wawancara siapa tahu ditanya

@Zuhirmanto: ap penglman mbk yg brksan saat wawancra?n ap mtivasi pling bsar untk diri mbk mendptkn biasiswa?Nambh lg mbk..untuk plan kontribusi, yg mereka cr apakah yg ingin mnjd dosen atau yg mau kembali kedaerah asal ? Nahh daerah asal ini provinsi atau kabupaten atau artian sempitnya sesuatu seperti apa mbk y?

@Mela: Untuk MC: Waah panjang klo cerita ini.

[2:45 PM, @Mela: Yg berkesan pas wawancara; waktu ditanya tentang pribadi (ortu, kehidupan,dll). Berkaca2 saya cerita ini. Mungkin kalian gx percaya, saya diwawancara selama hampir satu jam (saat alarm pewawancara berbunyi yang menandakan seharusnya wawancara sudah berakhir), saya masih ditanya juga. tegang namun seru dan berkesan. Teman saya bahkan sudah 3 org bergantian masuk ruangan, eh, saya abru keluar,he
[2:46 PM, @Mela: motivasi terbesar : Ortu dan mimpi diri sendiri

ehm, plan kontribusinya jelas dan dbutuhkan bagi Indo (mau jadi apa saja, guru, dosen, politikus, pengusaha, dll). Bagaimana kita meyakinkan plan kita ke depan benar-benar dibutuhkan indo. contoh sya memilih peran d pendidikan menjadi dosen dan peneliti d pend. MTK karena menurut PISA dan TIMSS Indo masih d skor terbawah untuk kemampuan MTK. Klo afirmasi ya harus meyakinkan klo kita siap balik ke daerah (klo 3T ya pastinya mengabdi di daerah 3 T), tapi klo yg lain yang penting kembali ke Indo dan mau melakukan apa setelah lulus dr studi

Jadi semua yg kt tulis dikolom pendaftaran wajib dbawa semua bukti2 nya mbk y

untuk Toto: Tidak semua, tapi usahkan yg ada dibawak semua. Tapi yang wajib dibawak yaitu dokumen yang kita upload (termasuk sertifikat2 prestasi,dll)

@Deagita: Izin brtnya mb’, wktu mb’ test,  sesi FGD mnggunakan bhasa inggris?? Dan temany ap sj mb’?.

[2:47 PM,@Mela: Untuk Deagita: Wawancara ya mix eng dan indo, fgd full indo, tema saya “Gadget untuk anak” dmtak menjadi praktisi pendidikan yang memberikan saran pada pak mentri saat itu (Pak Anies Baswedan)
[2:48 PM, @Mela: ada tema lain d grup lain : perdagangan manusia, korupsi, narkoba, pertanian, kesehatan (issue yang hangat saat itu tapi semua bisang rata-rata itu) kebetulan grup saya dapat tema pendidikan

Prtnyaan trakhir, kalau boleh berbagi pnglman mb’..
Ap yg mb’ tulis d capaian terbaik dan kontribusi untuk indonesia kmren mb’..
Krna sudah llus, tdk ada slahny dbagikan dsni mb’, n supaya d do’akan yg lain agar trwujud kontribusiny..

[2:54 PM, @Mela: Untuk Deagita: Bisa download dan baca langsung essai saya di blog saya disini
[2:56 PM, @Mela: mungkin bisa menjadi sala satu referensi

[3:01 PM, @Mela: Terimakasih semua atas kehadirannya semoga bermanfaat. Maaf jika saya ada salah selama diskusi, ☺
[3:01 PM, @Mela: silahkan MC ditutup diskusinya

@Zuhirmanto: smga diskusi kita pda mlm hri ni bisa brmanfaat untk kita smua,trmksi kpda mbk mela yg tela mluangkn wkt n membrikan pengethuan ,pengalman n infrmsi yg sangt penting untk kita smua,dan juga tman2 grup yg tlah brkntrbsi mengajkn pertny untk diskusi pd mlm ni,smga kdpany diskusi kita tetap diadkn,he,mengingt wkt suda pkul 22.00 sya slaku mdrator apbila ad sla sy minta maaf,sya akhiri diskusi kita pda mlm ni sekian n trmksi wbillahi taufik walhdya wasslmualaikm wrahmatullah wbrkt,sukses untk kita smua🙂

[3:06 PM, @Feri Vahleka: Aamiin… sukses dan semoga kita bisa membawa perubahan dan berkontribusi terhadap bumi raflesia…
[3:08 PM, @Gina: Terimakasih mba mela, di sela2 kesibukannya sdah mau meluangkan waktu tuk berdiskusi d grup ini.. smga sukses dunia akhirat mba 🙂🙂
[3:10 PM,  @Deagita: 👍sudah baca d wordpressny, mantap mb’.
Trima kasih ats sharing”ny..
Trima kasih jg kpd pak moderator yg kece..

Bagaimana proses seleksi LPDP?

tahapan-seleksi-pt-inka-300x150Setelah memposting tentang LPDP secara general disini (harap baca ini dulu agar lebih mengenal LPDP). Kali ini saya akan sharing mengenai proses seleksi yang saya ikuti. Semoga bisa membantu untuk yang akan segera mendaftar LPDP. Saya mendaftar LPDP periode ke 3 2015 (28 april-24 Juli 2015). Setelah berbagai ketidaklulusan yang saya dapat dari mendaftar beberapa beasiswa seperti AAS, KGSP, dan Turkey Scholarship, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar LPDP dengan melewati 4 proses (pendaftaran/administrasi, Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan On the Spot Essay Writing). Mari kita bahas satu-satu…

  1. Pendaftaran/administrasi

Setelah pendaftaran online dan mengupload semua dokumen kalian ke situs disini. Setiap jenis beasiswa ada perbedaan beberapa dokumen. So, cek dengan teliti dokumen yang kalian upload di persyaratan administrasi setiap jenis beasiswa disini. Nah yang terpenting adalah upload essay kalian. Saya ingin membagikan contoh essay saya dan mungkin bisa menjadi salah satu referensi. Tapi ingat, kalian punya cerita dan style sendiri dalam menulis essay. Ini adalah 2 essay dan 1 study plan saya.

Yang harus menjadi catatan yaitu proses administrasi adalah proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP. Jadi, jika semua data dan dokumen lengkap seperti yang diminta, maka insyaAllah akan lulus ke tahap selanjutnya.

      2. Wawancara

Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online berhak mengikuti seleksi wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan On the Spot Essay Writing (OSEW).  Terkait kapan dan dimana akan diemailkan oleh LPDP, maka jangan pernah lupa untuk selalu mengecek email setelah mendapat pengumuman “LULUS ADMINISTRASI”. Biasanya tempat wawancara, LGD, dan OSEW akan sesuai dengan lokasi yang kita pilih saat mendaftar online sedangkan untuk waktu dan urutan pelaksanaanya, bisa saja ketiga tahap ini terjadi dalam waktu 1 hari atau mungkin beda harinya. Kebetulan saya saat itu mendapat 2 hari proses seleksi di STAN JAKARTA, 1 hari pertama LGD dan OSEW sedangkan hari kedua wawancara. Saya sangat bersyukur mendapatkan wawancara di hari yang berbeda dengan LGD dan OSEW karena menurut saya yang paling berat adalah wawancara. Sebelum melakukan wawancara, kita akan mendapatkan giliran/urutan untuk pengecekan dokumen asli sesuai dengan apa yang diupload saat pendaftaran online (Hati-hati, jangan sampai karena lupa membawa satu dokumen saja, kalian bisa gugur sebelum wawancara).

Saat wawancara saya mendapat kelompok no 12 (nomor yang sama untuk pengecekan dokumen), maka setelah masuk ruangan saya langsung menuju kursi panas no 12. Perasaan saya sudah tidak menentu saat itu karena semua barang kita ditinggal di panitia dan kita hanya diperbolehkan membawa dokumen yang terasa penting untuk menunjang wawancara kita. Sebelum duduk di kursi, berdoalah sejenak dalam hati dan iringilah dengan senyuman tulus karena selain untuk memberikan kesan yang baik, ini juga sangat manjur untuk menenangkan hati kita.

Jumlah pewawancara adalah 3 orang terdiri dari 2 praktisi dibidangnya dan 1 psikolog. Sayangnya terkadang kita tidak bisa membedakan ketiganya. Namun jangan khawatir karena hal ini tidak begitu penting untuk kita ketahui karena yang terpenting adalah kita menjawab semua pertanyaan dengan maksimal. Banyak yang bertanya kepada saya apa tips dan trik saat wawancara. Sejujurnya tidak ada tips dan triks khusus, namun “Be Your Self”. Jawablah semua pertanyaan dengan kejujuran, karena hanya kejujuran yang akan menghantarkan kalian kepada kebenaran (jangan mencoba berbohong, karena terkadang mereka bisa mengetahui dari raut muka dan gerak tubuh).

Kalau dilihat dari waktu saya wawancara yang hampir satu jam, seharusnya banyak pertanyaan yang saya dapatkan. Namun, saya tidak begitu ingat dengan jelas setiap pertanyaan (mungkin sifat saya yang rada pelupa,he) apalagi jawaban, saya hampir lupa semua karena menjawabnya spontanitas (saya yakin kalin bisa menjawab lebih baik :D). Ada beberapa pertanyaan yang masih membekas bagi saya pribadi saat ditanya oleh mereka.

Tentang pribadi dan keluarga 

Kamu anak keberapa?

Apa orang tuamu mendukung kamu untuk studi ke luar negeri?

Kamu kan cewek, apa mereka tidak mempersalahkan jika kamu belum menikah sekarang? (rada sensitif)

Kamu kan anak satu-satunya, apa tidak sedih jika berpisah dengan orang tua?

Bagaimana kamu menjaga komunikasi dengan mereka?

Bagaimana kamu beradaptasi dengan lingkungan baru di luar negeri yang culturenya pasti berbeda dengan Indonesia?

Tentang kontribusi

Kamu pernah bergabung ke organisasi apa saja?

Apa saja kontribusi kamu disana?

Masalah apa yang kamu temukan di organisasimu? dan bagaimana kamu menyelesaikannya?

Apa kamu pernah melakukan kegiatan sosial?

Sepertinya kebanyakan organisasi yang kamu ikuti berbau islami, apakah kamu mau menjadi ustadzah seperti Mama Dede? (pertanyaannya lucu tapi gimana gitu,he)

Tentang akademisi

Kenapa mau melanjutkan ke s2?

Kamu tertarik melakukan penelitian apa?

Mengapa LPDP harus membiayai studimu? kenapa pendidikan matematika penting bagi Indonesia? Mengapa kamu bisa mengatakan Indonesia masih berada di posisi terendah dalam hal kemampuan matematika?

Apa menurutmu yang salah dengan pendidikan matematika di Indonesia?

Apa rencana kamu selesai studi? apakah ini akan bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia?

Apa bentuk real kontribusi kamu ke depan bagi Indonesia?

Mengapa kamu memilih univ A dan negara B? kenapa tidak di Univ C yang secara predikat universitasnya lebih bagus?

Apa kamu sudah melakukan pendaftaran ke univ ini? Apa course yang akan kamu ambil? kapan mulainya dan berapa lama?

Apa kamu yakin bisa studi ke luar negeri dengan skor TOEFL seperti ini?

Selesai wawancara, semua pewawancara mengatakan : Semoga sukses, Jangan Lupa untuk melihat pengumuman kelulusannya di email. Setelah selesai dan menebarkan senyum kembali, dengan kelegaan saya meninggalkan kursi panas wawancara LPDP itu.

      3. Leaderless Grup Discussion (LGD)

Kebetulan saya mendapatkan jadwal LGD di hari pertama dan kemudian dilanjutkan dengan OSEW. Saya mendapatkan no yang sama untuk tahap ini yaitu grup no 6 (kalau tidak salah,he). Pada tahap LGD, saya bersama 6 orang lainnya yang memiliki nomor yang sama akan bergabung di satu ruangan dengan ditemani oleh 2 psikolog (mereka juga jadi tim observer dan penilai kita selama diskusi grup). Usahakan sudah saling kenalan sebelum masuk ruangan agar bisa menimbulkan suasana chemistry (kayak mau main sinetron aja,hahaha). Mereka akan memberikan kita sebuah issue dan saat itu grup saya mendapatkan tema “Penggunaan gadget bagi anak-anak dan dampaknya bagi pendidikan mereka”. Psikolog memberikan intruksi, bahwa bapak menteri pendidikan sedang meminta kalian untuk mendiskusikan ini (berarti kita ibarat praktisi pendidikan yang akan memberikan masukan bagi Bapak Menteri), silahkan kalian berdiskusi dalam waktu 45 menit, dan kami akan membrikan tanda di 5 menit terakhir. Bagaimana teknis diskusinya? inilah asyiknya LGD, kita segrup dituntut bekerjasama dalam menyusun teknis diskusi agar efektif dan effisien ( contoh: apakah butuh pemimpin dan notulensi atau tidak). Di tahap inilah kita dituntut untuk menunjukkan seberapa besar jiwa kepemimpinan kita, seberapa tinggi kita respect terhadap orang lain, dan seberap besar jiwa kita untuk menerima perbedaan pendapat.

      4. On the Spot Essay Writing (OSEW)

Setelah selesai LGD, kami yang segrup langsung menuju ruangan untuk menulis essay. Saat itu, saya mendapat 2 pilihan issue “hukuman mati bagi koruptor dan kemajuan transportasi” dan saya pun memilih tema “hukuman mati bagi koruptor”. Dari tema tersebut kita diminta menuliskan essai (menganalisis masalah dan solusinya) dalam beberapa paragraf. Soal berapa lamanya, saya lupa 30 atau 45 menit (maaf karena kebanyakan lupanya). Penilaiannya seputar penulisan yang harus sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dalamnya analisi dalam memberikan ide (berdasarkan data itu akan sangat baik). Saran saya sebelum menghadapi wawancara, LGD, dan OSEW, sebaiknay kita membaca issue-issue terkini di Indonesia dan mulailah menjadi sosok yang peduli dengan keadaan bangsa. Walaupun mungkin kita belum bisa memberikan aksi nyata untuk mengatasinya, setidaknya sudah ada ide di kepala kita bagaimana sebaiknya solusi yang bisa dilakukan karena mungkin saja dikemudian hari kita bisa merealisasikan ide-ide kita. Itulah yang aku pelajari dari LGD dan OSEW, yaitu peduli dengan keadaan sekitar, berpikir kritis tentang apa yang terjadi, dan menganalisis solusinya.

Sekian, celotehan saya, semoga bermanfaat 🙂

Lulus LPDP 2015, Perjuangan terus berlanjut di PB UIN SUKA

Alhamdulillah setelah mendapat pengumuman kelulusan september 2015, aku banyak mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Walaupun harus menunda memulai perkuliahan di tahun 2016, namaun inilah letak keluarbiasaan pengalaman yang diperoleh. Semua memang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, mungkin jika aku langsung kuliah di tahun 2015, maka aku tidak akan pernah mengalami semua kejadian seperti yang aku akan ceritakan. Mungkin ceritaku akan berbeda dengan awardee lain karena jenis beasiswa yang kami ambil berbeda, aku mendaftar beasiswa afirmasi kurang mampu berprestasi.

Setelah keberanianku mendaftar LPDP dengan modal TOEFL 483 pada tahun 2015 dan mengambil jalur afirmasi karena aku sangat membutuhkan pengayaan bahasa untuk belajar bahasa inggris. Dengan bismillah aku akhirnya mendaftar Magister Luar Negeri dengan nilai Toefl segitu saja. Kalau dibilang nekat, aku memang sangat nekat saat itu, berani bermimpi melanjutkan S2 keLN hanya dengan modal bahasa segitu. Kebetulan saat detik-detik menunggu Pengumuman hasil Wawancara adalah bulan Ramadhan, jadi aku sangat mengandalkan doa yang akhirnya membuatku lulus sebagai awardee LPDP. Tetapi perjuangan terus berlanjut, aku harus mengikuti Pengayaan Bahasa (PB) selama 6 bulan di UIN Sunan Kalijaga. Awalnya aku sudah mendapatkan kelompok PK 47 di bulan Oktober 2015, namun LPDP mengeluarkan peraturan baru bahwa awardee afirmasi harus lulus PB terlebih dahulu baru bisa PK. Aku pun menerimanya dengan kebahagian luar biasa, karena aku akan segera belajar IELTS yang sama sekali belum aku kenal saat itu.

IMG-20151203-WA0001.jpgAwalnya begitu membuatku shock dan frustasi, bagaimana tidak, ketika melihat hasil skor Pre Test IELTS ku adalah 3.5 dimana skor Listening 0 dan menjadilah skor terendah saat itu. Ketika yang lain mulai aktif di kelas, aku hanya terdiam saja (membayangkan saat itu membuatku tersenyum hari ini). Tetapi saat itu aku bangkit setelah terpuruk kurang lebih 2 minggu. Aku mulai fokus dengan tujuanku “Lulus IELTS 6.5 dan studi LN september 2016”. Aku berpikir dan akhirnya menyimpulkan bahwa adalah kewajaran jika nilaiku adalah yang terendah kerena kamu belum pernah tahu apa itu IELTS, belum pernah belajar kursus bahasa dimana pun, dan ingat bahwa memang kamu masih bodoh, makanya jauh-jauh dari Bengkulu ke Jogja untuk belajar agar bisa memperbaiki kebodohanmu.

Mulailah aku membuka diri dan pikiran, berkenalan lebih dekat dengan teman-tema dan teacher, berdiskusi dengan mereka, dan tidak malu-malu bertanya dengan yang lebih tahu. Prinsip “Banyaklah Bertanya ketika kamu Tidak Tahu” baru aku pelajari saat PB, karena jujur saat di bangku sekolah dan kuliah aku jarang melakukannya, karena aku merasa sudah menjadi yang cukup tahu di kelas. Inilah kesyukuranku bahawa aku menyadari menjadi orang yang cukup tahu saja tidak cukup karena masih banyak yang harus kau pelajari karena tidak ada kata cukup dalam belajar.

6 bulan aku alami dengan penuh kejutan, dari skor 3.5 yang naik perlahan ke 5.5, kemudian turun lagi ke 4.5 (shock berat,he), dan akhirnya Lulus 6.5 di bulan April. Sebenarnya LPDP akan memberikan tes IELTS secara gratis kepada kami di akhir Program PB yaitu bulan Mei 2016, namun aku memutuskan mengambil real test IELTS mandiri bersama beberapa teman di bulan April. Aku sangat berterimakasih kepada teman-temanku dan Mam Lulu yang mendorongku untuk berani ikut test walaupun skor akhirku 4.5, mereka selalu bilang “Kita tidak akan tahu hasilnya sebelum Mencoba”. Akhirnya, aku mendaftar di hari terakhir sebelum penutupan pendaftaran untuk IDP jogja. Sejak saat itu, aku sudah mulai deg-degan dan cemas karena selain ini adalah real testku pertama kali, aku juga harus meronggok kantong hampir 2.8 juta saat itu (tapi ini tetap uang LPDP yang aku tabung dari uang bulanan yang mereka kasih :D). Setelah selesai test, aku butuh 2 Minggu menunggu hasil, proses menunggu ini membuatku tidak nyeyak tidur dan sulit tersenyum, tetapi teman-teman memaklumi itu semua. Pada hari H pengumuman, aku makin takut untuk membuka hasil test sekali pun itu online namun teman-teman yang sudah terasa seperti keluarga sendiri selalu menyemangatiku untuk berani membuka, mereka bilang “kamu harus percaya kamu lulus”. Jujur mungkin saat itu aku tidak memiliki sedikit kepercayaan pun jika aku akan lulus walau teman-temanku mengatakan “kami saja percaya jika kamu lulus”. Akhirnya, karena dorongan mereka, aku berani melihat pengumuman via online (nb: temanku yang bukakan via hp nya, aku mah deg-degan dan pegang hp saja sudah tidak bisa). Daaaan, aku LULUS. Alhamdulillah itulah yang aku ucapkan ketika melihat overall 6.5, langsung menangis, dan sujud syukur di tengah teman-temanku di musholah kecil di gedung UPT bahasa Uin Sunan kalijaga. Kami berpelukan dan menangis terharu bersama, satu persatu mereka mengucapkan selamat. Jika ingat momen itu, aku tidak pernah bisa melupakan bahwa “Aku tidak akan bisa seperti sekarang tanpa bantuan mereka”

6tag_050616-081740Itulah kebahagian mengikuti PB, kalian akan menemukan keluarga baru. Tidak ada persaingan selama di PB, yang ada hanya saling bahu membahu membantu, belajar bersama sampai tidak kenal waktu, diskusi ketika kesulitan, dan hang out bersama ketika isi kepala sudah terasa berat. Maka wajarlah, saat berpisah di Mei 2016 kami merasa begitu sedih dan saling bertetes air mata. Terimakasih LPDP karena telah mempertemukan aku dengan mereka.

“Ya Allah mudahkanlah teman-temanku yang masih berjuang untuk mengejar mimpi ke tanah seberang”

53e390d1-78da-4aff-96b5-e5a243964099Setelah PB, aku mulai mencari LoA, dan aku memutuskan untuk mendaftar ke M.Sc Education (Mathematics Education) University of Bristol (UoB) di UK. Setelah itu, aku mendapat LoA di bulan Juli, dan langsung mengurus perpindahan universitas ke LPDP dari Universiti Malaya (tujuan kampus awalku) ke UoB. Alhamdulillah di acc di bulan Juli juga. Setelah itu aku bergabung di keluarga besar Ewana Tubarania  PK-72. Bulan agustus adalah bulan terpadat bagiku, setelah PK selesai aku harus berburu untuk mengurus Visa karena tanggal 14 September aku harus berangkat.

Setelah melewati beberapa lika-likunya membuat visa akhirnya 14 september Go UK!

Lika-liku visanya kapan-kapan ya, karena cukup berat untuk diceritakan,he

Semoga bermanfaat 🙂

 

Mengenal Lebih dekat LPDP lewat sebuah pengalaman pribadi

“Wujudkan Cita-cita Anak Bangsa dengan Program Beasiswa LPDP”

beasiswaLPDP lahir sebagai jawaban dari harapan anak bangsa untuk melanjutkan cita-cita dengan dana berasal dari bangsa sendiri yaitu Indonesia. Tentu akan berbeda sense nya antara dana yang berasal dari negara pribadi dengan berasal dari tunjangan negara lain. Itulah mungkin salah satu alasan besar terbentuknya LPDP yaitu untuk mewujudkan cita-cita anak bangsa dengan harapan mereka bisa kembali mengabdi membangun Indonesia sebagai wujud terimakasih karena telah dibiayai dengan uang rakyat.

Berbicara kepopuleran, tentu LPDP termasuk kedalamnya. Namun masih ada yang merasa bingung bagaimana caranya apply beasiswa LPDP? Apa saja yang perlu disiapkan? Apa kah saya bisa lulus? Apa saja proses yang harus saya lalui? Baiklah semua akan saya coba uraikan disini (walaupun sudah banyak yang menuliskan,he). Tapi saya percaya setiap tulisan punya arti masing-masing terutama bagi penulisnya. tulisan ini juga saya modifikasi dengan pengalaman pribadi.

  • Apa itu LPDP?

LPDP adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang SDM nya merupakan gabungan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan memiliki Dewan Penyantun yang terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Agama. LPDP ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola keuangan Badana Layanan Umum melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 18/KMK.05/2012 tanggal 30 Januari 2012. Sejak saat itu LPDP menunjukkan kontribusinya menyekolahkan anak-anak bangsa sehingga sampai sekarang sudah ribuan dan tergabung dalam ikatan alumni awardee LPDP yang dikenal MATA GARUDA 

  • Bagaimana cara mendaftar LPDP?

    1. Kalian harus menentukan apa jenis beaisiswa dan Universitas yang menjaid target pendaftaran

Beasiswa LPDP terdiri atas beberapa jenis yaitu

Penjelasan tentang masing masing beasiswa bisa langsung dibaca di web resmi LPDP disini dan daftar universitas target LPDP serta download disini (BPI) dan disini (afirmasi) .

         2. Lihat deadline setiap periode pendaftaran dan targetkan akan mendaftar di priode mana

Link unduhan jadwal pendaftaran LPDP ada di website beasiswa BPI atau afirmasi.

         3. Siapkan bahasa dengan maksimal terutama yang mau mendaftar BPI

Bahasa adalah syarat mutlak untuk mendaftar LPDP terutama bagi anak BPI yang tidak akan mendapatkan pembekalan bahasa (PB). Penuhi syarat Toefl 500 bagi yang berminat mendaftar magister/doktoral DN dan IELTS 6.5 bagi yang mau mendaftar magister/doktoral LN. Apakah tidak ada syarat bahasa bagi afirmasi? Tentu ada juga, jangan sampai menjadi santai (minimal TOEFL ITP 450).

         4.Hunting LoA (Unconditional ataupun Conditional)

Berdasarkan pengalaman, bagi anak BPI sangat penting untuk memastikan mengupload Letter of Acceptance (LoA) Unconditional sedangkan afirmasi bisa dikatakan cukup mengupload LoA conditional jika belum memiliki yang Unconditional karena awardee afirmasi akan diberikan pembekalan bahasa untuk memenuhi syarat TOEFL 500 (dalam negeri ) dan IELTS 6.5 (luar negeri). Bagaimana mendapatkan LoA? Carilah kampus dan jurusan yang kalian minati, kunjungi website kampus, baca persyaratan dan apply/daftar (untuk LN umumnya online sedangkan DN umunya ada tes tertulis). Setelah sebulan atau lebih tergantung universitas, kalian akan mendapatkan LoA kalian via email atau post. Saranku, carilah universitas yang memiliki ranking tinggi karena ini akan jadi nilai plus juga untuk kalian (Ranking Univ bisa di cek disini)

       5. Baca semua persyaratan, mulai daftar dan upload dokumen yang dibutuhkan 

Semua persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan sudah dijelaskan di website LPDP. Pendaftaran bisa dimulai dengan mebuat profil disini, kemudian mulailah mengupload dokumen yang dibutuhkan. Usahakan mengupload semua dokumen sebelum deadline karena akan begitu padat dan sulitnya pengaksesan menjelang deadline.

         6.  Tulislah essay dengan memperhatikan kejujuran berdasarkan pengalaman 

Ini semua agar ketika menulis kita bisa mendapatkan feel nya dan bukan hal yang jarang kalau apa yang kita telah tulis akan ditanyakan saat wawancara.

        7.  Perbanyaklah doa, sedekah dan kebaikan lainnya 

Tiada yang bisa megabulkan setiap apa yang kita impikan selain Allah. So, makin banyak mendekatkan diri padaNya maka Allah akan memberikan hasil terbaik dan melapangkan dada kita untuk menerima setiap keputusanNya.

Yang sudah melalui tahap ini, good luck semoga lulus tahap Administrasi.

  • Apa saja proses yang saya harus lalui agar bisa menjadi awardee LPDP?

    1. Pendaftaran
    a. Pelamar mengisi formulir pendaftaran secara online pada laman resmi LPDP;
    b. Pelamar melengkapi semua dokumen persyaratan serta dokumen pendukung yang relevan, dan mengunggah semua dokumen tersebut pada laman resmi LPDP;
    c. Semua dokumen pada poin 1.b diatas wajib dibawa pada tahap seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi.
    2. Seleksi Administrasi
    Pendaftar yang diproses dalam tahapan ini adalah yang telah melengkapi data pendaftaran dan submit di pendaftaran online di setiap periode seleksinya. Seleksi ini merupakan proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP.
    3. Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing
    a. Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online berhak mengikuti seleksi wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), danOn the Spot Essay Writing.
    b. Dalam tahapan proses seleksi ini, peserta diwajibkan membawaseluruh data dan dokumen asli yang telah digunakan untuk pendaftaran beasiswa BPI. Apabila tidak menyerahkan data dan dokumen tersebut serta dokumen dan data tersebut tidak sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP maka tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing.
    c. Bagi peserta yang tidak lulus Seleksi Wawancara memiliki 1 (satu) kali kesempatan kembali untuk melakukan pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia.
    4

    .

    Penetapan Penerima Beasiswa
    a. Hasil penetapan kelulusan seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada pelamar yang lulus melalui akun pendaftaran online pelamar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.
    b. Peserta yang dinyatakan lulus menjadi penerima beasiswa akan mengikuti program Persiapan Keberangkatan (PK) sebelum memulai studi di Perguruan Tinggi Tujuan masing-masing. Adapun program ini merupakan karantina khusus berupa penanaman nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, basic life training, financial literacy, dan sebagainya.
    c. Surat penerimaan masuk perguruan tinggi tanpa syarat (LoA Unconditional) didapatkan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkan Surat Keputusan Direktur Utama LPDP Tentang Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia. Jika dalam jangka waktu tersebut tidak terpenuhi penerima beasiswa yang telah ditetapkan maka dinyatakan gugur.
  • Apakah yang dilakukan saat Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing

    Untuk 3 seleksi ini dilakukan di lokasi yang telah kita pilih saat pendaftran online, Ketiga seleksi ini bisa terjadi di satu hari maupun beberapa hari tergantung jadwal yang didapatkan oleh setiap pribadi. Dan urutannya juga tergantung jadwal pribadi, bisa saja wawancara dahulu atau bisa juga LGD yang duluan seperti yang aku alami. Saat wawancara kita akan masuk ruangan dan didudukkan di kursi panas (baca: tegang) didepan 3 pewawancara dan akan ditanyakan tentang diri kita, keluarga, visi dan misi untuk lanjut studi, kontribusi, pengalaman, dan lain sebagainya. Mengenai durasi itupun tergantung pewawancara, ada yang hanya 15 menit dan ada juga yang hampir satu jam (saperti aku, jadi ingat masa itu,he). LGD dan menulis essay adalah hal yang paling menantang dan menarik, kita dituntut menjadi sosok yang bisa jadi pemimpin yang bisa bekerjasama dalam menyelesaikan masalah (LGD adalah diskusi grup bebas dengan topik yang ditentukan dandisaksikan oleh psikolog) serta bisa menganalisis sebuah masalah dan menemukan solusinya (menulis essay). LGD berlansung sekitar 45 menit dan menulis essay sekitar 30 menit (aku tidak begitu ingat lamanya)

  • Apakah ada tahapan yang harus dilakukan setelah mendapatkan SK sebagai “Penerima Beasiswa LPDP”?

    Banyak sekali, tapi tenang ini akan menjadi pengalaman menyenangkan. Tetapi karena menyenangkan, aku sambung di tulisan selanjutnya ya Ke Bagian 2!

Terimakasih LPDP karena mendanaiku studi ke Bristol

Aku menulis ini bukan untuk menjelaskan apa itu beasiswa LPDP dan bagaimana tahapan bisa lulus LPDP karena kalian bisa langsung membaca begitu banyak sumber via internet dan blog awardees yang sudah sukses. Aku menulis hanya untuk berbagi rasa syukur dan terimakasih pada LPDP.

Tahun 2015 alhamdulillah aku mendapat pengumuman kelulusan LPDP untuk studi S2 ke Luar Negeri. Perjuangan pun berlanjut dengan mengikuti Pembekalan IELTS selama 6 Bulan di Jogja. Ini sungguh perjuangan yang melelahkan namun sangat berharga karena aku menemukan dan mendapatkan begitu banyak ilmu, pengalaman, dan teman-teman serta guru-guru baru yang akhirnya seperti keluarga (ketika menulis ini jadi teringat mereka, hiks). Setelah target IELTS tercapai, aku berburu LoA dan akhirnya Juli 2016 aku mendapatkannya, bukan LoA dari University of Malaya (UM:  kampus tujuan awalku ketika mendaftar LPDP) melainkan University of Bristol (UoB). Aku langsung sujud syukur karena tidak menyangka bahwa akan menerima kenikmatan ini. Namun, karena hal ini aku butuh segera mengurus perpindahan universitas dari UM ke UoB yang akhirnya pada akhir Juli LPDP memberikan persutujuan. Setelah PK dan mengurus semua dokumen persyaratan (Visa,dll), berangkatlah aku bersama kedua teman (Anggie dan Zeni) pada tanggal 14 September 2016 ke Bristol, salah satu kota di Inggris.

Pertama kali menginjakkan kaki di kota Bristol saat sore tanggal 15 sep, perasaanku masih seperti mimpi. Apa benar hari ini aku sudah di Inggris? Negara dimana merupakan tempat Pangeran William dan Putri Kate tinggal, lattar movie Harry Potter, dan punya pergantian musim setiap 4 bulan. Sedih, terharu, dan bersyukur bercampur saat itu karena pada akhirnya aku bisa studi ke luar negeri.

Semua ini karena bantuan dana Rakyat lewat LPDP. Ucapan terimakasih tentu tidak cukup atas kesempatan kepada saya yang dari keluarga biasa namun punya mimpi luar biasa untuk studi ke Luar negeri. Tanggung jawab yang dititipkan tentu tidak ringan, tapi semoga saya bisa menjadi amanah dan pulang mengabdi ke Indonesia.

-Aku bangga menjadi Anak bangsa Indonesia-

Tidak ada yang mudah dalam mengejar impian

Aku ingat sekali, hampir tiga tahun lalu aku lulus S1 dari Universitas Bengkulu. Sejak saat itu, aku mulai memutuskan untuk menjadi scholarship hunter. Menjelajahi semua situs dan bertanya kepada siapa yang mempunyai kapabilitas dan pengalaman demi meraih mimpi untuk kuliah S2 di Luar Negeri. Sejak saat itu, kegagalan demi kegagalan menghampiriku. Dari beasiswa AAS, TBS, KGSP, LPDP aku apply, semua berakhir dengan GAGAL ADMINISTRASI. Kalian tahu apa alasannya? Sudah pasti TOEFL ku yang masih 483. Kegagalan itu membuatku akhirnya memutuskan mencari pekerjaan saja daripada buang-buang waktu mengejar mimpi yang tidak mungkin. Namun sayangnya aku gagal juga tes CPNS pusat di kemendikbud dan gagal juga di tes CPNS provinsi bengkulu. Rasanya kegagalan sudah membuatku hampir putus asa. Sampai pada akhirnya aku mendapat motivasi kembali setelah melihat dan membaca kembali profil penerima beasiswa. Dari semua profil yang aku baca dan aku tanya langsung, hampir semua pernah gagal dalam aplikasi beasiswa, kalau belum gagal bukan scholar hunter namanya, tanggapan mereka selalu begitu :D. Dengan berbagai kegagalan, mereka belajar dan pada akhirnya mereka berhasil. Aku sampai salut dan termotivasi lagi karena ada yang bahkan sudah hampir 10 kali gagal. Aku ingat mottoku “No Pain No Gain”. Akhirnya singkat cerita ramadhan 2015 aku berdoa pada Allah agar memudahkan jalanku mendapatkan beasiswa, aku luruskan niatku untuk mendapatkan beasiswa, dari niat awal sekedar ingin jalan-jalan dan tampil hebat di hadapan orang lain berubah drastis menjadi “agar bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak”. Sampai akhirnya di akhir July aku membaca info “Beasiswa LPDP Miskin Berprestasi”. Aku telusuri, ternyata beasiswa ini baru diluncurkan oleh LPDP. Dengan bismillah aku baca persyaratannya. Alhamdulillah TOEFL dan IPK ku memenuhi semua. Dengan cepat aku catat satu persatu syaratnya dan segera menyiapkannya. Walaupun deadline tinggal 2 minggu lagi, aku masih tetap bersyukur karena aku sempat membaca info ini, walaupun telat,hiks. Kalau tidak salah ada 18 dokumen yang harus aku siapkan dan semua di upload online. Walaupun toefl hanya 483 dan belum ada Letter of Offer, aku tetap bismillah mendaftar LPDP LN. Akhirnya sebuah akhir indah diberikan Allah aku lulus pada pengumuman sep 2015 menjadi salah satu awardee Beasiswa LPDP Magister LN. Kemudian aku diberikan pembekalan IELTS secara free dari LPDP dan sekarang lagi hunting LoA. Semoga Allah memberikan Universitas terbaik untuk S2 tahun ini. Break the leg! Aamiiin

Bengkulu, setelah lama tidak menulis

NB: Untuk proses seleksi yang aku ikuti insyaAllah aku akan post selanjutnya.

Beasiswa S2 di Malaysia 2016 – XL Khazanah

XL Khazanah Asia Scholarship 2016. Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan S1 di tanah air untuk mengambil studi jenjang S2 di universitas-universitas Malaysia. Beasiswa XL – Khazanah Asia 2016 merupakan bentukan bersama XL Axiata dan Yayasan Khazanah. Beasiswa S2 di Malaysia ini merupakan kelanjutan dari program yang sama tahun lalu.

Umumnya, kandidat yang memperoleh beasiswa ini akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah di Malaysia. Selain itu disediakan juga biaya hidup dan akomodasi. Pelamar dapat mengajukan diri untuk beberapa program yang ditawarkan.

Jurusan yang ditawarkan: 

› Bisnis Administrasi

› Marketing

› Teknologi Informasi

› Jaringan Telekomunikasi

› Teknik Telekomunikasi

Persyaratan umum: 

– See more at: disini

Beasiswa S2 Thailand Full 2016

Peluang-peluang beasiswa 2016 kini semakin banyak yang buka. Salah satunya jika Anda berminat mengambil S2 di Asian Instittute of Technology (AIT) Thailand. Pemerintah Kerajaan Thailand menyediakan kesempatan beasiswa S2 di kampus tersebut bagi mahasiswa di kawasan Asia. His Majesty the King’s Scholarships dan Her Majesty the Queen’s Scholarships. Dua beasiswa master sedang dibuka untuk perkuliahan yang dimulai 2016. Beasiswa tersebut sebagai bentuk penghargaan raja maupun ratu Thailand.

Keduanya merupakan beasiswa penuh. His Majesty the King’s Scholarships adalah beasiswa bagi lulusan sarjana berprestasi dari kawasan Asia untuk mengambil gelar master mereka di School of Engineering and Technology (SET) dan School of Management (SOM), AIT.

Sementara,  Her Majesty the Queen’s Scholarships merupakan beasiswa S2 penuh bagi lulusan sarjana berprestasi untuk meraih gelar master di bidang yang terkait lingkungan di School of Environment, Resources and Development (SERD), AIT.

Setiap beasiswa yang diberikan sudah mencakup biaya kuliah, akomodasi, serta biaya hidup di perumahan kampus AIT. Beasiswa tersebut akan diberikan selama 22 bulan selama program master. Total nilai masing-masing beasiswa sebesar 970.900 Baht (± Rp 369 juta)

Persyaratan: 

1. Warganegara dari kawasan Asia

2. Lulus dalam bidang yang terkait dari perguruan tinggi terakreditasi

3. Memiliki prestasi yang baik pada program sarjana. IPK 3.5 ke atas atau setara

4. Mahir berbahasa Inggris (skor TOEFL 550 atau setara)

Pendafaftaran: 

Calon harus dinominasikan oleh ketua jurusan / departemen atau dosen pembimbing dengan mengisi formulir nominasi yang dikirim via email ke: rtg@ait.asia atau melalui fax: +662-524-5024. Setelah mendapat nominasi, pelamar diminta untuk mendaftar ke AIT dengan mengisi aplikasi online di http://www.ait.asia/admissions

Batas terakhir pendaftaran dan pengajuan nominasi adalah 31 Maret 2016. Dokumen aplikasi yang diminta untuk pendaftaran ke AIT, di antaranya:

› Salinan ijazah dan transkrip S1

› Dua surat rekomendasi

› Sertifikat TOEFL (550) atau IELTS (6)

Informasi lebih lanjut bisa Anda tanyakan dengan menghubungi Khun Wannapa, Tel. 02-524-5071 atau Khun Wilailak, Tel. 02-524-5023, web (www.ait.ac.th), atau melalui email rtg@ait.asia

– See more at: http://www.beasiswapascasarjana.com

Beasiswa OTS 2016-2017 ke Belanda

Peluang baik ini kembali dibuka bagi Anda yang bercita-cita melanjutkan studi ke Belanda. Orange Tulip Scholarship (OTS) 2016 – 2017. Beasiswa OTS dikhususkan bagi warganegara Indonesia yang berminat melanjutkan kuliah, baik jenjang foundation, bachelor, atau master di universitas-universitas Belanda. Beasiswa OTS didukung oleh institusi pendidikan tinggi Belanda, perusahaan Belanda, dan Pemerintah Indonesia yang tergabung sebagai sponsor.

Ada banyak perguruan tinggi maupun universitas Belanda yang berpartisipasi dalam skema beasiswa ini. Khusus Beasiswa OTS 2016 – 2017, setidaknya puluhan universitas ikut serta dan terus bertambah. Peluang itu tentunya sangat menguntungkan pelamar karena membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh beasiswa ke Belanda.  Untuk syarat dan ketentuannya – See more at: Beasiswa Pascasarjana

Tips untuk Listening IELTS

Tingkatkan kemampuan Listening kita dengan mengunjungi dan mendownload audio atau pun video di situs dibawah ini:

BRITISH COUNCIL LEARN ENGLISH LISTEN & WATCH

Beberapa audio untuk melatih kemampuan general dan academic listening secara online atau mendownload file mp3

BRITISH COUNCIL LEARN ENGLISH PROFESSIONAL PODCASTS

Berbagai dengan berbagai tema dan tingkat kesulitan

BBC PODCASTS

Kumpulan podcasts dengan berbagai topik yang panjangnya bisa 3-45 menit

AUSTRALIAN BROADCASTING CORPORATION PODCASTS

Mendengankan berbagai aksen Australia English

VOICE OF AMERICA PODCASTS

Berbagai video dari American English

TED TALKS

Untuk lebih banyak latihan listening dengan berbagai video dari lecturer dengan berbagai topik