Puisi Penghantar Takdir

Hujan sudah lama ia memanjakan pagi ini

Namun, tetap sama, wanita itu sudah bermandi peluh

Dinginnya pagi tak pernah meruntuhkan perjuangannya

Khawatir, sedih, itu perasaan tak pernah hilang

Aku tersenyum agar ia tenang

Walau senyum itu tergores pedih

Aku harus tetap menjaganya

Tak peduli aku bertambah usia atau ia mulai rentah

 

-Dikutip dari Novel “Puisi Penghantar Takdir”-

 

 

 

 

 

Cinta sederhana

29 Juli 2015

Hari ini aku menyadari satu hal. Cinta yang aku punya untuk dia terlalu tinggi. Dia terlalu Indah untuk aku sentuh, terlalu tinggi untuk ku gapai,dan terlalu jauh untuk aku kejar. Dia bak rembulan yang hanya bisa aku pandang dari kejauhan. Allah berikan aku cinta yang lebih sederhana, sebuah cinta karenaMu. Cinta yang tidak memandang apa pun kecuali dengan pandanganMu, Cinta yang tidak menilai apapun kecuali dengan penilaianMu, Cinta yang tidak mengharapkan apapun kecuali harapan keridhoanMu. Cinta yang tidak diputuskan hanya karena keindahan luar yang tampak, kemegahan masa depan yang dijanjikan, kehormatan dan sanjungan yang didapatkan, namun jauh lebih berharga. Aku ingin mencintai seseorang karena cintaku PadaMu, kedua orang tuaku, dan dakwahku. Membina kehidupan cinta hanya atas nama Cinta kepadaMu, menjalaninya hanya dengan cita-cita untuk bertemu di Syurga, memiliki dan menjaga karena kasih sayangMu, berpegangan tangan menjalankan kerja-kerja dakwah bersama, mendidik anak-anak generasi emas untuk Islam. Aku ingin cinta sederhana tidak memandang hanya dunia, aku ingin jatuh cinta karena keindahan hati dan akhlaknya, aku ingin memegang tangannya atas nama cinta kepadaMu semata. Ya Allah….Jauhkan aku dari fitnah cinta dunia yang penuh dengan tipuan dan jauh dari kata RidhoMu. Hapuslah cinta ini yang aku sadari karena nafsu duniaku dan tumbuhkan rasa cinta yang didasarkan ketaatanku padaMu.

Rasa ini Fitrah

Catatan lama dari sahabat karib….

Ya Allah hari ini sudah menapaki hari ke 16 Ramadhan. Kulihat rembulan dan kuingat sosok dia. Dia ibarat bintang yang tak akan pernah bisa aku gapai, dia ibarat bulan yang hanya bisa kupandang keindahannya. Walaupun kami jarang bertemu namun hati ini tak bisa ku bohongi. Ya Rabb yang memegang hati ini, Wahai Rabb yang Maha membolak balikkan hati jika andai Cinta itu hadir kembali di hati ini aku mohon jagalah hatiku tetap dalam hidayah dan keridhoanMu. Aku manusia lemah yang sering tersilaukan dengan kenikmatan dunia dan terjebak didalamnya. Aku tahu Cinta ini adalah fitrah dan aku mensyukurinya karena Engkau menganugrahi aku perasaan ini. Namun aku begitu takut jika ini adalah Cinta palsu yang membuatku berpaling dariMu. Aku takut Cinta ini menipu daya diriku. Aku takut Cinta ini tumbuh bukan karenaMu. Ya Allah aku mengemis kasih padaMu, anugerahilah aku Cinta yang Murni ada karena Cintaku padaMu. Aku begitu takut ketika cintaku padanya hanya karena nafsu duniaku, hanya karena kemegahan yang aku pandang, hanya karena kesuksesannya di dunia, hanya karena kepandaiannya, hanya karena kemampuannya yang istimewa, namun aku lupa akhlaknya, pemahaman diinnya, dan dakwahnya. Aku ingin mendapatkan imam yang baik diinnya karena pasti semua kebahagiaan lain mengikuti.  Hari ini aku berharap Cinta ini hilang karena pondasi CIntaku bukan karenaMu dan aku pun telah menipu hatiku. Jika kami Engkau takdirkan bersama, maka tumbuhkan lagi cinta ini atas pondasi CintaMu bukan karena dunia di sekelilingnya sehingga kami bisa membina mahligai kehidupan yang Engkau Ridhoi, Namun jika bukan yang terbaik bagiku untuk bersama maka ikhlaskan hati ini untuk menerima itu semua. Mungkin aku belum pantas untuknya atau dia terlalu sempurna untuk ada disampingku. Dekat atau pun jauh itu yang terbaik, bertemu atau berpisah itu juga pilihan terbaik yang Engkau takdirkan untukku. Tentu yang paling baik adalah cukup menjalani skenario hidup yang telah Engkau garisi untukku. Ikhlaskan hati ini Ya Allah menjalani kehidupan dunia yang hanya sebentar ini….

Kematian selalu mengikutimu…

Hari ini datang sosok tubuh sudah terbujur kaku. Tadi, sore kurang lebih sejam yang lalu ia pamit dengan keluarganya untuk keluar rumah. Ternyata itu pamitan ia yang terakhir karena sekarang ia pulang tanpa nyawa. Ya Rabb, engkau ajarkan aku kembali tentang “Hakekat Kehidupan di dunia ini” dikala kelupaan selalu menghampiriku, dikala khilafku semakain bertambah dan do’aku semakin berkurang kepadaMu. Seandainya tubuh itu Aku? Bagaimanalah keadaanku sekarang. Sudah siapkah aku bertemu denganMu? Sungguh, aku jauh dari kata siap. Apa yang akan aku bawak? Itulah yang selalu menghantuiku. Benarlah kata Rasulullah “Bekerjalah untuk dunia seakan-akan engkau hidup selama-lamanya, bekerjalah untuk akhirat seakan-akan engkau akan mati besok”. Sungguh ada makna yang tersirat di dalamnya. Bagaimana kita melewati hari dengan menghargai waktu. Silih berganti waktu harus kita lewati untuk dunia dan akhirat yang harus seimbang. Di saat kejar dunia jangan lupa sang pemilik dunia dan nikmat yang mengisinya. Kematian pasti datang tapi seberapa siap kita dihampirinya? Renungan terdalam untukku malam ini. Di tengah rintikan hujan yang tak kunjung berhenti. Terimakasih ya Rabb atas semua yang Kau berikan kepadaku saat ini.

Celotehan Lama

Bkl, 28 Maret 2012

Kesyukuran, itulah sebuah sikap yang sulit untuk dilakukan. Di mulai dari diri sendiri, terkadang sulit untuk mensyukuri apa yang ada. Apalagi jika yang kita peroleh tidak seperti yang kita mau. Walaupun kalau mau jujur “Itulah yang terbaik yang Allah berikan untukmu”. Uang yang ada pas-pasan 70.000 untuk seminggu. BBM juga naik. Suara menolak ada dimana-mana, baik damai maupun anarkis. Namun, aku tidak berkomentar apa-apa. Sekarang kata mak 80.000 seminggu karena ongkos naik. Apa aku berhak mengatakan “itu sangat tidak cukup mak!. Ongkos, Buku, makan, semua dari sini. Mana Cukup!” Apa itu yang harus aku keluarkan dari mulutku saat mak mengeluarkan uang jatahku setiap minggu dari buku “penyimpan tabungannya” dengan wajahnya yang tampak letih bekerja dan badan yang semakin terlihat kurus. TIDAK MUNGKIN! Aku bisa mengatakan itu, hanya rasa TERIMAKASIH yang bisa aku katakan di dalam hati. Karena jujur aku termasuk yang tidak pandai merangkai kata dalam mengungkapkan rasa sayang dan terimakasih.

Ada saat hati ku letih untuk bersyukur. Apalagi melihat orang-orang sekitarku yang berada dalam kecukupan. Mereka tidak harus berpikir banyak bagaimana agar aku tidak kekurangan minggu ini, karena secara kalkulasi uang 80.000 itu tidak cukup untuk seminggu. Ongkos saja 9000/hari yang harus aku keluarkan. Fotocopy, makan, da lain-lain yang tidak berani aku kalkulasikan mengingat sisa uang untuk itu semua adalah 17.000. Mengeluh? Apa harus begini terus? TIDAK! Karena aku masih punya Sang Razaq yang maha pemberi rezeki pada hambanya. Aku juga masih mempuyai senjata untuk bertahan yaitu Do’a. Sang khaliq akan mengabulkan do’aku, aku sangat percaya itu. Jika mau mengeluh terus kapan mau bersyukurnya. DI KALA LELAH BERSYUKUR, LIHAT MASIH BANYAK YANG TIDAK SEBERUNTUNG KAMU. Ingat perjalanan kehidupan Rasulullah dan para sahabat? Masih ingatkah bagaimana kehidupan kesederhanaan yang mereka ajarkan, walaupun kita tahu mereka adalah orang-orang yang kaya. Kenapa mereka lebih memilih untuk zuhud dan sederhana? Karena ternyata kenikmatan iman ada dalam kesederhanaan. Syukuri apa yang ada, semua adalah anugerah. Lagu DMasiv ini terngiang-ngiang dikala hati dan badan tak ingin bersyukur. I believe in Allah !!!

Bengkulu, 28 Maret 2012

KESEMPATAN YANG TERLEWATI

Ah hari ini hari pengumpulan karya tulis Mapres dari perwakilan prodi untuk diseleksi di tingkat fakultas. Aku ingat dan melihat kembali catatan “My Dreams” ternyata ini adalah salah satu mimpiku. Tapi aku tidak melakukan apa-apa karena aku bingung mau melakukan apa saat melihat pengumuman tertempel rapi di papan pengumuman prodi matematika”berhubung akan diadakan pemilihan Mapres, maka diharapkan paling lambat tanggal 27 prodi masing-masing sudah bisa memberikan nama untuk perwakilan”. Derr…saat itu aku senang sekali melihat kertas itu. Wah, aku bisa mewujudkan mimpiku dan bisa mencoretnya. Ah, tapi rasa PD ku tidak begitu luar biasa , aku sangat tahu diri kalau ada temanku yang nilainya lebih tinggi dan secara psikologis dekat dengan beberapa dosenku. Ya Allah, aku menjadi orang yang penuh harap untuk dipilih namun tidak melakukan apa-apa dan akhirnya menjadi sia-sialah semua nya. Karena satu kata “AKU TIDAK MEMPUNYAI KEBERANIAN UNTUK MERAIH”. Waktu berlalu dan aku juga tidak tahu siapa yang terpilih oleh prodi tercintaku. Aku “GAGAL”, ah tidak bukan! Tapi aku telah melewati kesempatan lagi saat ini. Kalau saja kemaren aku memebranikan diri menghadap KaProdi dan bertanya langsung seperti menawarkan diri untuk dipilih. Malu? Itulah yang bergejolak dihatiku yang akhirnya membuat aku menyesal melewati kesempatan yang Allah berikan. Aku lihat peta konsepku di tahun 2012. Aku semangat  lagi!!! ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! ALLLAHUAKBAR!  aku harus meraih semua janji-janjiku ini yang telah disaksikan dan didengarkan oleh ukhti2 di halaqoh. Ah mereka membuat aku semangat untuk tidak membuang waktu percuma lagi dan melewatkan kesempatan lagi. Ya Rabb jadikan ini kala terakhir aku melewatkan kesempatan yang engkau berikan! Be better!

Bengkulu, 4 November 2012

AKU TIDAK SEBAIK YANG MEREKA KIRA

Hari ini aku menerima lembaran kertas berisi 2 kolom (Kebaikan/kelebihan dan keburukan/kelemahan) yang telah diisi oleh saudara-saudaraku tercinta “Laskar Hijau”. Kalian tahu apa yang aku dapatkan?

Kata mereka aku,

Dewasa, padahal……………………..

Cerdas, Padahal…………………

Bertanggung jawab, padahal…………………

Istiqomah, padahal……………..

Banyak hafalan, padahal……………….

Bisa memberikan solusi, padahal…………………

Bengkulu,5 agus 2014

dua hari ini aku menydri byak hal. setelah sxan lma q tidk diuji dg sakit. kmren aku merskan skit kembali. ya Rabb… aku sgt tahu ini bkan ujian tetapi ini adalah tguran. tgran akan bayak klalaian2 yg tlh aku lkkan. sudah lama sx rsanya aku tdk khusyu dlm sholat apalgi brdo’a. sgt byak wkt yg ku hbskan demi mengejar impian duniaku. bhkan hanya selah waktu ku brkan pdmu. btapa aku lbih memilih ksnangan smntra dan lpa melepas rindu d 1/3 mlam terakhir. btp penuh pkrnku akan ambisi n keinginan yg ku kejar tnpa ujung yg membwtku smkin jauh driMu. yg paling parah. betapa egoisnya sikap ku terhdp kedua orang tuaku. tak smpt aku berckap2 n mendgrkan crta mrka srt menghabiskan wktu brsma. q lbih memilih sndri mengisi waktu dg hobi2ku. aaah rasnya masih byak kslahan yg ku lakukan. Ya Allah Ya Ghofur Ya Rahman Ya Rahim. ampuni aku…ampuni aku…ampunilah aku…

Keep your heart until you find your faith

I am looking at my friend picture on Instagram. She was hugging her husband because he must come back to Indonesia and she will separate with him about a year. I don’t know why I can feel how her feeling is, so sad for having long distance relationship specially with your husband, who are fated to marry you by Allah. Keep your heart until Allah decide your faith and don’t worry. Just prepare yourself become good wife and mom by praying and doing many kindness in your life.

Bristol_10 September 2016

Kamu pun punya kisah indah sendiri

Entah apa yaang terjadi dengan diriku

Ketidaksengajaan selalu membawaku pada setiap kisah indah, entah di media sosial atau dalam percakapan

Mereka punya kisah, terukir indah lewat kata dan diabadikan dengan manis dalam figura

Kadang aku berpikir, betapa beruntungnya mereka memiliki kisah terutama kisah cinta dinaungi keridhaanNya

Aku pun bertanya, kapan masa itu tiba? bukan lagi sebagai penonton tetapi pemain utama

Bukan pembaca cerita namun pembagi kisah

mereka punya kisah, tentu ada masanya aku yang mengukir cerita

jangan bertanya kapan? karena itu rahasia Tuhan

kamu hanya butuh percaya bahwa Dia sudah menuliskan cerita cinta spesial untukmu dan dia yang lagi bersiap mengukir kisah bersama

Jaga dirimu, bersihkan hatimu, dan pupuk banyak kebaikan sehingga kau bisa menjadi perhiasan terindah di dunia baginya

Cinta kepada dan karena Allah tentu akan bermuara ke pada kebahagiaan hakiki

Cinta tak cukup mengalahkan kenyataan

Senja mulai menampakkan keindahannya
Namun aku terpaku resah
Menelusuri pikiranku
Hingga sampai pada titik itu
Melihat senyuman terlukis indah di wajah sederhananya
Walau memandang jauh diiringi malu
Itu tetap mampu menciptakan kebahagian
Tak berani mendekat karena takut akan penghindaran yang ia berikan
Biarlah terpendam dan terkunci di bagian terdalam
Kini semua darinya semakin bersinar
Pancarannya sudah menyebar
Betapa banyak tebaran keindahan yang ia tebarkan
Hingga tak aneh jika banyak mata memandang
Sebaliknya cahaya itu membuatku menjauh karena aku tak sanggup menahan terang
Cahaya remang lebih menawan
Tak banyak mengundang karena cukup aku yang menikmatinya
Entah sampai kapan resah ini hilang
Haruskah aku menunggu senja dan fajar berakhir
Atau menunggu saat indah yang masih misteri