Hidupmu adalah pilihanmu

Yesterday is a History. Tomorrow is a mystery. Today is a Gift. That’s why we call it PRESENT.

Kata-kata itu cukup menggambarkan betapa pentingnya hari ini dan betapa berharga setiap waktu yang kita jalani. Jika ingin belajar bagaimana memaknai hidup, buku Cherish Every Moment is really recommended for everybody. Mungkin ada yang penasaran apa artinya Cherish Every Moment???

Cherish Every Moment berarti kita harus menghargai setiap waktu, setiap saat, bahkan setiap detik yang kita alami dalam hidup ini. Waktu yang paling berharga adalah Hari INI. Namun sayangnya banyak diantara kita yang tidak menyadari itu karena kita sibuk bahkan cemas akan masa depan yang belum tentu akan kita temui, bisa sajakan tomorrow is never comes. Atau kita terpuruk dalam penyesalan masa lalu yang tidak bisa lagi kita ulang.

Mengapa kita harus menikmati waktu Hari Ini?

64a5d09468aa40db396098c06645792dKarena mungkin saja hari ini adalah hari terakhir kita untuk bertemu orang-orang yang kita sayangi: keluarga, sahabat, teman, serta tetangga. Bangunlah mindset bahwa “jangan-jangan hari ini adalah hari terakhir saya”. Lakukan apapun yang bisa kita lakukan hari ini dengan maksimal dengan membuat orang sekitar bahagia dan tidak kecewa. Kalau saja kita mampu berpikir seperti itu, maka yakinlah hubungan kita dengan setiap orang berada pada kualitas yang terbaik. Namun yang terpenting adalah kita akan beribadah kepada Tuhan dengan kekhusuan jika kita membayangkan hari ini adalah hari terakhir kita beribadah. Dengan mindset seperti ini hidup kita akan jauh lebih indah. Selipkan selalu dalam setiap aktifitas kita ketika lelah, marah, cemas, sibuk, bahkan mengeluh akan hari ini.

Tapi berbicara kematian sering menakutkan banyak orang…

Mengapa kita takut? Karena kita tidak tahu apa itu mati sama halnya ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Jika kita bertemu dengan seseorang yang belum kita kenal, maka pasti ada kecemasan dan ketakutan di dalam diri: Apakah dia orang yang ramah? Menghargai Anda? Suka bercanda atau serius? Mau mendengarkan Anda? Bertele-tele atau to the point?.

Lantas bagaimana agar kita tidak takut dengan kematian? Tentu saja dengan mencari tahu informasi mengenai kematian. Dan, karena belum pernah ada orang mati yang kembali ke dunia ini, tentu saja kita perlu mencari tahu melalui Kitab Suci. Atau boleh juga bertanya kepada orang-orang yang pernah mati suri atau kepada yang pernah mengalami near to death experience. Kita juga perlu membuka topik-topik mengenai kematian ini kepada anggota keluarga kita. Coba diskusikan apa yang akan terjadi jika salah seorang dari keluarga Anda meninggal. Jangan menganggap ini tabu. Justru ini adalah satu-satunya hal yang pasti di dunia ini.

Menurut Anda manakah orang yang lebih berani: orang yang berani hidup atau berani mati?

Kedua-duanya. Orang yang berani adalah orang yang berani mati sekaligus berani hidup. Kita siap untuk hidup, siap juga untuk mati. Mengapa demikian? Karena hidup indah, mati juga indah.

So, Hidup adalah Hari Ini. Karena itu tidak ada yang lebih penting dibandingkan dengan hari ini. Hari ini adalah sesuatu yang nyata. Hari ini adalah hadiah terbesar dari Tuhan kepada kita. Kalau kita menyadari itu, maka kita akan menghargai setiap momen di kehidupan kita sehingga hidup kita akan terasa lebih indah.

Life is choice….

Hidup akan lebih indah apabila ia berada di tangan kita sendiri bukan di tangan orang lain. Cobalah renungkan baik-baik siapakah yang sekarang ini mengendalikan kita??? Apakah Kita menjadi sutradara terhadap kehidupan Kita sendiri? Ataukah Kita merasa dikendalikan dan diatur oleh orang-orang sekitar Kita? Apakah Kita melakukan banyak hal lebih karena kewajiban Kita dan bukan karena keinginan dan pilihan Kita sendiri???

Topik ini sangat penting karena masih banyak orang yang merasa tidak mempunyai pilihan dalam hidupnya. Apakah termasuk kita??? Orang-orang seperti ini sangat dipengaruhi oleh kondisi dari luar, padahal kemampuan terbesar yang kita miliki dalam hidup adalah kemampuan kita untuk memilih.

Apa ciri-ciri orang yang yang merasa seperti itu?

Pertama, orang itu selalu merasa terpaksa dalam melakukan sesuatu dan sering merasa tidak berdaya. Kedua, mereka melakukan segala sesuatu atas nama kewajiban (kewajiban atasan, mencari nafkah, menghidupi keluarga, tuntutan orang sekitar). Jika kita seperti ini, maka kita tidak akan menikmati hidup yang indah karena merasa kendali tidak ada dalam genggaman kita.

Ingat hidup hanya akan indah kalau KITA menjadi TUAN terhadap kehidupan kita. Kitalah yang menentukan dan mengendalikan segala sesuatu dalam hidup kita.

Tapikan wajarkan kalau kita dipengaruhi oleh lingkungan luar?

Ya wajarlah, bahkan sangat wajar. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa terpengaruh oleh lingkungannya. Tapi ini namanya “dipengaruhi” bukan “ditentukan” karena keduanya memiliki perbedaan sangat besar.

Lantas bagaimana agar kita tidak ditentukan oleh lingkungan?

Jangan pernah menyerahkan remote control Kita kepada orang lain. Kita harus menyadari bahwa kita mempunyai PILIHAN. Pilihan inilah kata kuncinya. Bahwa pada setiap kondisi kita selalu mempunyai pilihan. Benar, kita tidak selalu bisa memilih lingkungan kita, tetapi kita senantiasa dapat memilih respon kita. So, gunakan pilihan itu dan semua akan berubah.

Apa contoh-contoh pilihan dalam Hidup?

Seorang wanita karir memilih berhenti bekerja demi keutuhan keluarganya. Bukankah itu sebuah pilihan? Bukankah banyak diluar sana, wanita-wanita karir yang tetap bisa bekerja sekaligus mengurus keluarganya?

Pilihan-pilihan dalam hidup ini masih sangat banyak. Bayangkan ketika bangun tidur pagi tadi. Kita bisa memilih bangun jam berapa, lalu sarapan apa, sambil sarapan ada pilihan kegiatan apa yang mau dilakukan hari ini, ketika sarapan sambil nonton TV ada juga pilihan kita mau nonton channel apa. Sepanjang jalan di perjalanan kerja kita juga punya pilihan: mendengar musik, menelepon, berdzikir, baca Qur’an, membaca buku, dan sebagainya. Ketika samapai di suatu tempat kerja kita juga punya pilihan: tersenyum, marah, tanpa ekspresi, menyapa duluan, dan sebagainya. Jadi, banyak sekali pilhan dalam hidup… Tapi sampai sejauh ini sudah berapa banyak pilihan yang kita buat? Esensinya hidup itu sendiri adalah pilihan. Life is a choice.

Namun, adakalanya lingkunganlah yang menentukan respon kita. Misalnya ada yang marah kepada kita, Apakah kita mempunyai pilihan?

Tentu saja. Kita bisa memilih diam saja dan tidak memperdulikan orang tersebut. Kita juga bisa bals memarahinya. Kita juga bisa bertanya baik-baik mengenai apa yang menjadi pokok permasalahannya. Jadi, kita senantiasa mempunyai pilihan.

Tapi, sering dalam kondisi emosional, kita tidak sadar bahwa kita mempunyai pilihan…

Pertama-tama kita harus menyadari bahwa dunia yang sangat runit ini pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu stimulus (segala sesuatu yang kita alami yang berada di luar kita) dan respons (segala sesuatu yang ada di dalam diri kita: perilaku, tindakan, tanggapan). Kualitas seseorang bukan dilihat dari stimulus yang diterimanya tapi dari respon yang diberikan. Seringkali kita tidak pernah sadar dan selalu lupa mengambil jedah antara stimulus dan respon sehingga kita sering mencampuradukkan semua itu. Dan karena begitu bercampur aduknya, Maka kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga: PILIHAN-PILIHAN KITA.

Dikutip dari buku Cherish Every Moment  karya Arvan Pradiansyah

Kematian selalu mengikutimu…

Hari ini datang sosok tubuh sudah terbujur kaku. Tadi, sore kurang lebih sejam yang lalu ia pamit dengan keluarganya untuk keluar rumah. Ternyata itu pamitan ia yang terakhir karena sekarang ia pulang tanpa nyawa. Ya Rabb, engkau ajarkan aku kembali tentang “Hakekat Kehidupan di dunia ini” dikala kelupaan selalu menghampiriku, dikala khilafku semakain bertambah dan do’aku semakin berkurang kepadaMu. Seandainya tubuh itu Aku? Bagaimanalah keadaanku sekarang. Sudah siapkah aku bertemu denganMu? Sungguh, aku jauh dari kata siap. Apa yang akan aku bawak? Itulah yang selalu menghantuiku. Benarlah kata Rasulullah “Bekerjalah untuk dunia seakan-akan engkau hidup selama-lamanya, bekerjalah untuk akhirat seakan-akan engkau akan mati besok”. Sungguh ada makna yang tersirat di dalamnya. Bagaimana kita melewati hari dengan menghargai waktu. Silih berganti waktu harus kita lewati untuk dunia dan akhirat yang harus seimbang. Di saat kejar dunia jangan lupa sang pemilik dunia dan nikmat yang mengisinya. Kematian pasti datang tapi seberapa siap kita dihampirinya? Renungan terdalam untukku malam ini. Di tengah rintikan hujan yang tak kunjung berhenti. Terimakasih ya Rabb atas semua yang Kau berikan kepadaku saat ini.

Celotehan Lama

Bkl, 28 Maret 2012

Kesyukuran, itulah sebuah sikap yang sulit untuk dilakukan. Di mulai dari diri sendiri, terkadang sulit untuk mensyukuri apa yang ada. Apalagi jika yang kita peroleh tidak seperti yang kita mau. Walaupun kalau mau jujur “Itulah yang terbaik yang Allah berikan untukmu”. Uang yang ada pas-pasan 70.000 untuk seminggu. BBM juga naik. Suara menolak ada dimana-mana, baik damai maupun anarkis. Namun, aku tidak berkomentar apa-apa. Sekarang kata mak 80.000 seminggu karena ongkos naik. Apa aku berhak mengatakan “itu sangat tidak cukup mak!. Ongkos, Buku, makan, semua dari sini. Mana Cukup!” Apa itu yang harus aku keluarkan dari mulutku saat mak mengeluarkan uang jatahku setiap minggu dari buku “penyimpan tabungannya” dengan wajahnya yang tampak letih bekerja dan badan yang semakin terlihat kurus. TIDAK MUNGKIN! Aku bisa mengatakan itu, hanya rasa TERIMAKASIH yang bisa aku katakan di dalam hati. Karena jujur aku termasuk yang tidak pandai merangkai kata dalam mengungkapkan rasa sayang dan terimakasih.

Ada saat hati ku letih untuk bersyukur. Apalagi melihat orang-orang sekitarku yang berada dalam kecukupan. Mereka tidak harus berpikir banyak bagaimana agar aku tidak kekurangan minggu ini, karena secara kalkulasi uang 80.000 itu tidak cukup untuk seminggu. Ongkos saja 9000/hari yang harus aku keluarkan. Fotocopy, makan, da lain-lain yang tidak berani aku kalkulasikan mengingat sisa uang untuk itu semua adalah 17.000. Mengeluh? Apa harus begini terus? TIDAK! Karena aku masih punya Sang Razaq yang maha pemberi rezeki pada hambanya. Aku juga masih mempuyai senjata untuk bertahan yaitu Do’a. Sang khaliq akan mengabulkan do’aku, aku sangat percaya itu. Jika mau mengeluh terus kapan mau bersyukurnya. DI KALA LELAH BERSYUKUR, LIHAT MASIH BANYAK YANG TIDAK SEBERUNTUNG KAMU. Ingat perjalanan kehidupan Rasulullah dan para sahabat? Masih ingatkah bagaimana kehidupan kesederhanaan yang mereka ajarkan, walaupun kita tahu mereka adalah orang-orang yang kaya. Kenapa mereka lebih memilih untuk zuhud dan sederhana? Karena ternyata kenikmatan iman ada dalam kesederhanaan. Syukuri apa yang ada, semua adalah anugerah. Lagu DMasiv ini terngiang-ngiang dikala hati dan badan tak ingin bersyukur. I believe in Allah !!!

Bengkulu, 28 Maret 2012

KESEMPATAN YANG TERLEWATI

Ah hari ini hari pengumpulan karya tulis Mapres dari perwakilan prodi untuk diseleksi di tingkat fakultas. Aku ingat dan melihat kembali catatan “My Dreams” ternyata ini adalah salah satu mimpiku. Tapi aku tidak melakukan apa-apa karena aku bingung mau melakukan apa saat melihat pengumuman tertempel rapi di papan pengumuman prodi matematika”berhubung akan diadakan pemilihan Mapres, maka diharapkan paling lambat tanggal 27 prodi masing-masing sudah bisa memberikan nama untuk perwakilan”. Derr…saat itu aku senang sekali melihat kertas itu. Wah, aku bisa mewujudkan mimpiku dan bisa mencoretnya. Ah, tapi rasa PD ku tidak begitu luar biasa , aku sangat tahu diri kalau ada temanku yang nilainya lebih tinggi dan secara psikologis dekat dengan beberapa dosenku. Ya Allah, aku menjadi orang yang penuh harap untuk dipilih namun tidak melakukan apa-apa dan akhirnya menjadi sia-sialah semua nya. Karena satu kata “AKU TIDAK MEMPUNYAI KEBERANIAN UNTUK MERAIH”. Waktu berlalu dan aku juga tidak tahu siapa yang terpilih oleh prodi tercintaku. Aku “GAGAL”, ah tidak bukan! Tapi aku telah melewati kesempatan lagi saat ini. Kalau saja kemaren aku memebranikan diri menghadap KaProdi dan bertanya langsung seperti menawarkan diri untuk dipilih. Malu? Itulah yang bergejolak dihatiku yang akhirnya membuat aku menyesal melewati kesempatan yang Allah berikan. Aku lihat peta konsepku di tahun 2012. Aku semangat  lagi!!! ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR! ALLLAHUAKBAR!  aku harus meraih semua janji-janjiku ini yang telah disaksikan dan didengarkan oleh ukhti2 di halaqoh. Ah mereka membuat aku semangat untuk tidak membuang waktu percuma lagi dan melewatkan kesempatan lagi. Ya Rabb jadikan ini kala terakhir aku melewatkan kesempatan yang engkau berikan! Be better!

Bengkulu, 4 November 2012

AKU TIDAK SEBAIK YANG MEREKA KIRA

Hari ini aku menerima lembaran kertas berisi 2 kolom (Kebaikan/kelebihan dan keburukan/kelemahan) yang telah diisi oleh saudara-saudaraku tercinta “Laskar Hijau”. Kalian tahu apa yang aku dapatkan?

Kata mereka aku,

Dewasa, padahal……………………..

Cerdas, Padahal…………………

Bertanggung jawab, padahal…………………

Istiqomah, padahal……………..

Banyak hafalan, padahal……………….

Bisa memberikan solusi, padahal…………………

Bengkulu,5 agus 2014

dua hari ini aku menydri byak hal. setelah sxan lma q tidk diuji dg sakit. kmren aku merskan skit kembali. ya Rabb… aku sgt tahu ini bkan ujian tetapi ini adalah tguran. tgran akan bayak klalaian2 yg tlh aku lkkan. sudah lama sx rsanya aku tdk khusyu dlm sholat apalgi brdo’a. sgt byak wkt yg ku hbskan demi mengejar impian duniaku. bhkan hanya selah waktu ku brkan pdmu. btapa aku lbih memilih ksnangan smntra dan lpa melepas rindu d 1/3 mlam terakhir. btp penuh pkrnku akan ambisi n keinginan yg ku kejar tnpa ujung yg membwtku smkin jauh driMu. yg paling parah. betapa egoisnya sikap ku terhdp kedua orang tuaku. tak smpt aku berckap2 n mendgrkan crta mrka srt menghabiskan wktu brsma. q lbih memilih sndri mengisi waktu dg hobi2ku. aaah rasnya masih byak kslahan yg ku lakukan. Ya Allah Ya Ghofur Ya Rahman Ya Rahim. ampuni aku…ampuni aku…ampunilah aku…

Kamu pun punya kisah indah sendiri

Entah apa yaang terjadi dengan diriku

Ketidaksengajaan selalu membawaku pada setiap kisah indah, entah di media sosial atau dalam percakapan

Mereka punya kisah, terukir indah lewat kata dan diabadikan dengan manis dalam figura

Kadang aku berpikir, betapa beruntungnya mereka memiliki kisah terutama kisah cinta dinaungi keridhaanNya

Aku pun bertanya, kapan masa itu tiba? bukan lagi sebagai penonton tetapi pemain utama

Bukan pembaca cerita namun pembagi kisah

mereka punya kisah, tentu ada masanya aku yang mengukir cerita

jangan bertanya kapan? karena itu rahasia Tuhan

kamu hanya butuh percaya bahwa Dia sudah menuliskan cerita cinta spesial untukmu dan dia yang lagi bersiap mengukir kisah bersama

Jaga dirimu, bersihkan hatimu, dan pupuk banyak kebaikan sehingga kau bisa menjadi perhiasan terindah di dunia baginya

Cinta kepada dan karena Allah tentu akan bermuara ke pada kebahagiaan hakiki

Show Up, salahkah?

Setiap saat manusia punya rasa ingin menonjolkan dirinya entah itu untuk dikenal, dipuji, atau pun sekedar hanya untuk dilihat dan diperhatikan sejenak. Apakah itu salah? tentu perspektif kita tentang ini berbeda-beda.

Manusia lahir dengan keadaan belum tahu apa-apa kemudian ia berkembang sehingga pemahamannya pun tentang sesuatu ikut bertambah. Termasuk memahami suatu hal yang bersifat hakikat mencari jati dirinya sendiri. Mau menjadi apakah aku di dunia ini? dan apa sebenarnya tujuan hidupku?

Ingin tampil di depan orang lain tentu akan menjadi hal positif maupun nagatif. Jika ingin tampil karena untuk sebuah tujuan baik tentu sangat dianjurkan. Misalnya menjadi guru, ustadz, politikus, businessman, dan tugas publik lainnya.

Karena bodoh, makanya perlu belajar

Minggu ini adalah kali pertama aku mengikuti pembelajaran di University of Bristol. Di kelas pertama, yang aku lakukan hanya mengamati diskusi tanpa ikut berpartisipasi di dalamnya. Cemas dan ketakutan untuk bicara aku rasakan pertama kali disini. Sampai dua jam kelas berlangsung aku hanya berbicara satu kali untuk memberikan ide. Apakah pengalaman belajar dan organisasi yg membuat aku memahami akan public speaking dan menjadi talkative student selama S1 menjadi tidak berguna? tentu tidak, semua itu sangat berguna. Tetapi bukan sekedar keberanian yang menjadi masalah disini, tapi lebih kepada ‘apa isi kepalamu’ yang mau kamu sampaikan. Untuk berbicara kita perlu ilmu karena akan berbeda hasilnya dari sekedar berbicara tanpa ilmu. Disinilah aku belajar budaya membaca yang sebenarnya, yaitu membaca dengan berpikir kritis. Bukan sekedar baca dan baca tetapi juga bagaimana kamu mengkritisi bacaan, konsepnya ya 5w 1h. Ini adalah pengalaman yang seharusnya kita dapatkan sejak S1 dan sungguh menyesal aku tidak melakukan hal ini sejak dulu. siapa yang mau disalahkan? ya diri sendirilah. Kenapa tidak pernah berlatih mengkritisi dengan ilmu. Membacaa malas dan kalau membaca hanya sekedar mengikuti alur saja tanpa mengkritisi apa yang dibaca. Kalau boleh jujur sekarang aku merasa sebagai student yang bodoh diantara yang lainnya, itulah kenapa aku ada di universitas ini sekarang, pastinya untuk belajar agar tidak bodoh lagi.

“jadikan dirimu ibarat gelas kosong yang siap diisi sampai penuh, jangan sebaliknya menjadi gelas yang penuh. Karena walaupun diisi terus maka akan begitulah adanya”

Tidak ada yang mudah dalam mengejar impian

Aku ingat sekali, hampir tiga tahun lalu aku lulus S1 dari Universitas Bengkulu. Sejak saat itu, aku mulai memutuskan untuk menjadi scholarship hunter. Menjelajahi semua situs dan bertanya kepada siapa yang mempunyai kapabilitas dan pengalaman demi meraih mimpi untuk kuliah S2 di Luar Negeri. Sejak saat itu, kegagalan demi kegagalan menghampiriku. Dari beasiswa AAS, TBS, KGSP, LPDP aku apply, semua berakhir dengan GAGAL ADMINISTRASI. Kalian tahu apa alasannya? Sudah pasti TOEFL ku yang masih 483. Kegagalan itu membuatku akhirnya memutuskan mencari pekerjaan saja daripada buang-buang waktu mengejar mimpi yang tidak mungkin. Namun sayangnya aku gagal juga tes CPNS pusat di kemendikbud dan gagal juga di tes CPNS provinsi bengkulu. Rasanya kegagalan sudah membuatku hampir putus asa. Sampai pada akhirnya aku mendapat motivasi kembali setelah melihat dan membaca kembali profil penerima beasiswa. Dari semua profil yang aku baca dan aku tanya langsung, hampir semua pernah gagal dalam aplikasi beasiswa, kalau belum gagal bukan scholar hunter namanya, tanggapan mereka selalu begitu :D. Dengan berbagai kegagalan, mereka belajar dan pada akhirnya mereka berhasil. Aku sampai salut dan termotivasi lagi karena ada yang bahkan sudah hampir 10 kali gagal. Aku ingat mottoku “No Pain No Gain”. Akhirnya singkat cerita ramadhan 2015 aku berdoa pada Allah agar memudahkan jalanku mendapatkan beasiswa, aku luruskan niatku untuk mendapatkan beasiswa, dari niat awal sekedar ingin jalan-jalan dan tampil hebat di hadapan orang lain berubah drastis menjadi “agar bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak”. Sampai akhirnya di akhir July aku membaca info “Beasiswa LPDP Miskin Berprestasi”. Aku telusuri, ternyata beasiswa ini baru diluncurkan oleh LPDP. Dengan bismillah aku baca persyaratannya. Alhamdulillah TOEFL dan IPK ku memenuhi semua. Dengan cepat aku catat satu persatu syaratnya dan segera menyiapkannya. Walaupun deadline tinggal 2 minggu lagi, aku masih tetap bersyukur karena aku sempat membaca info ini, walaupun telat,hiks. Kalau tidak salah ada 18 dokumen yang harus aku siapkan dan semua di upload online. Walaupun toefl hanya 483 dan belum ada Letter of Offer, aku tetap bismillah mendaftar LPDP LN. Akhirnya sebuah akhir indah diberikan Allah aku lulus pada pengumuman sep 2015 menjadi salah satu awardee Beasiswa LPDP Magister LN. Kemudian aku diberikan pembekalan IELTS secara free dari LPDP dan sekarang lagi hunting LoA. Semoga Allah memberikan Universitas terbaik untuk S2 tahun ini. Break the leg! Aamiiin

Bengkulu, setelah lama tidak menulis

NB: Untuk proses seleksi yang aku ikuti insyaAllah aku akan post selanjutnya.

Selamat Karena Anda Sampai pada Kolom ini!

Saudaraku mari kita membaca ini dengan hati yang jujur karena muara cahaya hanya ada di dalamnya….

Sudah bersyukurkah, banggakah, dan cintakah kita dengan keislaman kita?

Saudaraku  angka berapa yang sudah menggambarkan umur kita hari ini, 18,19,20 atau lebih dari itu. Sudahkah kita mengucapkan kalimat ‘Alhamdulillah Aku Lahir sebagai Orang ISLAM’ sepanjang umur itu? dengan lantang, pelan, atau sangat pelan di dalam hati sekalipun. Jika SUDAH, maka selamat kita termasuk yang sudah bersyukur akan islam dan iman ini. Jika BELUM, maka masih ada kesempatan yang Allah berikan untuk mensyukurinya. Allah sungguh tidak butuh kalimat itu, tetapi itu awal yang kita butuhkan jika ingin merasakan bangga dan cinta dengan agama kita.

Sudah Bangga? Bagaimana ketika ada yang mengatakan islam itu TERORIS,KERAS, dan BANYAK ATURAN. Apa kalimat atau sikap yang terlontar dari mulut kita mendengar itu? DIAM, MEMBENARKAN, atau mengatakan itu TIDAK BENAR? Hanya kita yang tahu. Memang itu sikap yang sangat kecil tetapi pernakah kita meyadari sikap kecil itu cerminan kebanggaan kita akan agama kita? Bagaimana orang di luar islam mau berpositive thinking pada islam jika kita umatnya tidak bangga dan malah negative thinking dengan agama kita sendiri. Ingatkan contoh mulia yang Rasulullah contohkan? Yang menggambarkan betapa indahnya islam itu sehingga begitu banyak yang menjadi muslim melalui akhlak dan sikapnya. Kebanggaan akan keislaman kita inilah yang membuat kita akan mudah menjalani semua ajaran islam dan bahkan berlomba-lomba menjadi yang TERBAIK. Adakah perasaan malu sholat tepat pada waktunya dan membaca Al-qur’an, serta  mengajak yang lain untuk melakukannya? Malu banget karena takut menyandang predikat “Sok ALim” dari orang-orang tetapi kita tidak pernah malu bagaimana predikat kita di hadapanNYA. Banyak muslimah yang malu menutup aurat karena takut dibilang cupu dan Gx Gaul. Naudzubillah….semua itu untuk kita wahai saudaraku bukan untuk Allah. Kitalah yang butuh semuanya, janganlah kita sombong pada Allah sampai mulut pun sulit untuk berdo’a karena sesungguhnya yang memberi kehidupan kepada kita hanya Allah. Malu berbuat baik dan malah bangga berbuat maksiat adalah KESEDIHAN terbesar bagi kita hari ini. Sekali lagi saudaraku masih ada waktu kita untuk memperbaikinya.

Mencintai keislaman kita? tentu masih jauh karena tidak mungkin jika sudah ada kata cinta kita masih senang menyakiti sang Maha hak untuk kita cintai. Tertawa saat hati jujur mengingatkan “ ini SALAH “ dan masih saja kita lakukan itu, padahal Sang Baginda Rasulullah yang sudah dijamin masuk syurga sekalipun masih sering menangis dan jarang tertawa. Kita? Dimanakah tangisan kita saudaraku?. Tiket ke syurga dan bertemu Allah bukan hanya HAK sang Aktivis dakwah, para penghapal Al-Qur’an atau para ulama tempat muara ilmu. Kita juga masih mempunyai hak yang sama saudaraku. Masih ada bukan “cita-cita” kita untuk berkumpul kembali di syurgaNYA saudaraku?.Mari bersama walau di tempat yang berbeda, kita memperbaiki diri di waktu yang tersisa ini (Qs. Al-Ashr :1-3). Allahu’alam

Lebih kenal dengan “Sekolah Alam”

Bismillahirrohmaanirrohiim

Ini adalah hasil diskusi kami bersama Pak Yasir dari Sekolah Alam Bogor di grup Indonesia Membaca. Yuuk kita simak!

Gimana asal mula pendirian sekolah alam?

Sekolah alam. Sebenarnya saya ga lebih berhak bicara kesekolahalaman. Saya bukan pendiri sekolah alam. Hanya orang yang bergiat di sekolah alam bogor selama 11 tahun lamanya.

Gagasan sekolah alam diawali oleh bang Lendo. Panggilan kami untuk seorang pejuang pendidikan bernama lengkap Lendo Novo.

Ia memulai perenungan tentang sekolah alam saat dipenjarakan orde baru.

Singkat cerita beliau merasa ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia.

Nah.. Kemudian ia mencari jawaban harus seperti apa pendidikan sejati. Dalam renungan dan penggalian terhadap alquran ditemukan sebuah jawaban jika pendidikan sejati haruslah mengantarkan peserta didiknya mencapai tujuan penciptaannya.

Tujuan penciptaan manusia adalah untuk menjadi hamba Alloh dan kholifah di muka bumi. Maka misi pendidikan SA(Sekolah Alam) adalah mengantarkan manusia menjadi kholifah

Menurut beliau ciri seorang kholifah adalah sbb:

  1. Dia harus faham cara tunduk manusia kepada Alloh
  2. Dia harus faham cara tunduk alam kepada Alloh
  3. Dia harus faham cara memimpin manusia agar tunduk pada Alloh
  4. Dia harus mampu mandiri menggapai rizki Alloh

Maka SA dlam kurikulumnya memiliki 4 pilar yaitu

  1. Pilar akhlaq
  2. Pilar logika ilmiah
  3. Pilar kepemimpinan
  4. Pilar kewirausahaan.

Lalu mengapa namanya sekolah alam?

Mungkin terinspirasi oleh kata bijak dari tanah kelahiran bang Lendo yang berbunyi:” alam takambang manjadi guru”. Maka dalam mewujudkan empat pilar pendidikan di atas diplilihlah konsep sekolahalam. SA menjadikan alam sebagai:

  1. Ruang belajar. Artinya di sekolah alam siswa bisa belajar di mana saja tanpa terbatas dinding kelas atau terkekang pagar sekolah. Belajar bisa di kelas, di lapang, di kebun, di pasar, terminal, pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, sungai, waduk dll.
  2. Alam sebagai media belajar artinya semaksimal mungkin SA menggunakan alam sebagai alat belajar. Atau jika tidak ada bahan alam maka maksimalkan penggunaan barang bekas untuk media belajar
  3. Alam sebagai objek belajar. Alloh telah bentangkan alam ini sebagai sumber belajar. Mengamati dan mentafakurinya harus dijadikan keseharian peserta didik.

Dalam menjadikan alam sebagai ruang belajar maka ruang kelas pun dibuat terbuka agar tidak mematasi pandang siswa kepada alam raya.

Dalam menjalankan empat pilar pendidikan maka SA menjalankan metode belajar sbb:

  1. Untuk pilar akhlaq metode yang paling efektif yaitu Learning by qudwah atau mengajar dengan keteladanan. Akhlaq bukan hanya transfer knowledge tapi bagaimana panutan disuguhkan. Maka disinilah peran guru sebagai teladan sangat diperlukan
  2. Pilar logika ilmiah dengan metode experiental learning dan experomental learning. PengALAMan adalah guru terbaik. Mengalami akan melahirkan banyak pertanyaan, pertanyaan akan menghasilkan banyak hipotesa, banyak jawaban dan banyak penemuan.
  3. Pilar kepemimpinan dengan outbond training. Di SA outbond bahkan scouting bukan hanya sekedar kegiatan selingan atau hanya diadakan saat liburan, tapi dikurikulumkan. Dengan target pembentukan karakter kepemimpinan
  4. Pilar kewirausahaan dengan metode.mengajarkan bisnia sejak kecil dan magang serta learning to maestro.

Sementara itu dulu

SA di indonesia ada 200an. Ini hebatnya bang Lendo. Ia ga pake franchise untuk siapa saja yang mau buat SA. sehingga siapa saja bisa buat SA. Sebaiknya memang kulonuwun ke beliau.

Oya dari 200 an SA sudah 70 an SA bergabung di JSAN atau Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Yang rutin mengadakan acara bersama seperti training guru, jambore siswa dan jambore guru.

Musyawarah JSAN menetapkan ada Core Value SA. Yang jadi acuan semua SA. Dalam implementasinya insitu developement dikedepankan

Bagaimana SA bisa bertahan dalam waktu yang lama ini ditengah gerusan sekolah sekolah lain?

SA pertama berdiri tahun 1996 di ciganjur sampai sekarang alhamdulillah berkembang menusantara. Keberhasilan bertahan karena sesungguhnya SA insya Alloh sesuai fitrah manusia sehingga dibutuhkan. Apalagi dengan semakin sadarnya kita tentang pelestarian alam. Maka SA bisa jadi jawaban pendidikan agar siswa ramah lingkungan.

Saya lihat cara belajar SA adalah fun. Jauh berbeda dengan SD biasa yang padat, teoritis dan berorientasi pada tercapainya nilai tertentu. Apa keunggulan kurikulum SA dibanding SD ya Pak? (tambahan dari moderator) bagaimana anak2 SA menghadapi UAN/UAS?

Fun learning sebenarnya fitrah belajar anak yang masih tahapan perkembangan bermain. Akademis bukan tuntutan utama. UAS dan UN tetap kami tempuh meski untuk UAS kami modifikasi misal di kelas 1-3 kami menyebutnya bermain peran jadi tiap anak akan memrankan tokoh sesuai keinginannya. Tiap tokoh harus menyelesaikan masalah yang dalam hal ini soal UAS. contoh anak berperan jadi BJ. Habibi. Tugasnya menyelesaikan soal Matematika. Jadi anak ga ngerasa lagi ujian bahkan kalau ditanya tadi ujian apa? Jawabnya : ujian? Aku ga ujian kok.

Sedang untuk UN kami ikut pola pemerintah meski kami kuatkan dalam aspek kejujuran dan ga menjadikan hasil UN patokan keberhasilan. Saat perpisahan ga pernah kami umumkan nilai UN tertinggi. Pengumuman UN hanya didapatkan pribadi. Di perpisahan kami umumkan nama murid dan mimpinya di kemudian hari

SA paling banyak, ada di provinsi mana?

SA paling banyak di JABODETABEK. setidaknya itu yang terdaftar di Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Tapi di tiap provinsi insya Alloh ada.

Pembelajaran anak pasti tdk lepas dr partisipasi & dukungan orang tua. Bgmn SA melibatkan partisipasi ortu?

Ortu kami libatkan melalui program Pertemuan rutin dan kegiatan komite yang intens. Tiap bulan ada pengajian ortu yang diisi pihak sekolah. Selain 3 bulan sekali setiap anak bertemu guru untuk diskusi perkembangan anak. Ada sesi-sesi parenting di awal dan dalam perjalanan ortu berada di SA.

Hal atw modal apa saja yg plg utama untuk bs bangun SA?

Modal utama adalah niat. Sekolah kami. Sekolah Alam Bogor memulai dengan sebuah gambar master plan sekolah dan tanah sewa. Kami sampaikan program kepada calon ortu tanpa ada satu bangunan pun berdiri. Alhamdulillah sudah 11 tahun kami sekarang sudah punya tanah sendiri meski bayarnya nyicil.

Selain niat tentu modal dasar adalah guru. Cari guru yang punya semangat JUANG jangan semangat UANG

Bagaimana SA merekrut guru ya Pak?

Saya bicara di Sekolah Alam Bogor ya karena bisa jadi d sekolah lain beda.

Di SAB kami mulai dengan PDGSA=Pendidikan Dasar Sekolah Alam.

Kami open rekrutmen orang- orang yang berminat jadi guru. Kami wawancara visi pendidikannya.lalu Mereka kami beri training gratis dengan menu

  1. Basic training
  2. Observation learning
  3. Survival training
  4. Magang
  5. Proyek kontribusi

PDGSA berlaku 3 bulan. Setelah 3 bulan ada final interview berkait kesiapan jadi guru SAB sekaligus diskusi gaji dsb. Nah kalau sepakat kami angkat jadi guru tetap

Pa, saya cita2 ngebikin SA beberapa tahun ke depan. Ada saran untuk saya terkait langkah2nya?

Faidzaa azzamta fatawakkal alalloh. Oya boleh main ke sekolah alam terdekat gali ilmu dan pengalaman. Kalau bisa sudah dengan tim jangan sendirian biar setelah silaturahmi bisa diskusi dan beraksi

SA itu swasta ya Pa? bagaimana penyesuaiannya dengan kurikulum diknas? dan bagaimana pula ijazahnya?

SAB sudah meluluskan SD 6 kali dan SMP 3 kali. Ijazah normal dapat. Kami swasta jadi memang ada banyak proses penyesuaian. Meski tentu tidak boleh merubah kekhasan sekolah alam

Di kami baru tahun ini membuat Sekolah tingkat atasnya. Di beberapa SA sudah ada SMAnya. Sperti di SA lampung, SA citra Alam, SA indonesia dan pelopor SMP-SMA 4 tahun yaitu School of Universe di Parung Bogor

Afiliasi SA kemana ya Pa? Murni mandiri atau? dan bagaimana dengan alumni2nya?

Maksud afiliasi itu apa ya. Kalau ormas atau parpol engga ada afiliasi kelembagaan hanya personal saja. Makanya kami buat Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Alumni generasi awal adalah lulusan SoU (school of universe) rata-rata bisnis di usia muda.

Berapa biaya sekolah di SA Pa? hehe

Biaya sekolah tiap SA beda tapi ada tiga peruntukan biaya sekolah

  1. Jihad harta atau investasi atau sering disebut uang bangunan. Adalah uang dari ortu untuk pembiayaan sarpras
  2. Bea guru atau SPP. Biaya dari ortu untuk Ihsan atau gaji guru
  3. Biaya program pembelajaran. Yaitu biaya yang dikeluarkan ortu untuk mengcover semua program belajar. Harian, mingguan, bulanan, tahunan. Camping, kunjungan edukatif, outbond dll termasuk di dlamnya. Ada 45 item kegiatan setahun yang diikuti siswa.

Bisa jadi mahal untuk sekolah yang ga punya donatur atau ga dapat bantuan pemerintaah sama sekali sperti sekolah kami.

Itu dia kerjasamanya antar sekolah lewat jaringan. Dengan kampus atau lembaga2 lain sudah ada sebagian SA yang melakukan. Di kami belum

Kalau ada anak yang males, gak suka, atau gak mau sekolah itu kenapa ya Pa? Atau mungkin bisa cocok kalau di masukkan ke sekolah alam dengan sistem yang luar biasa itu?

Anak malas bisa banyak penyebabnya. Salahsatunya bisa jadi tidak termotivasi belajar karena belajar di sekolahnya membosankan. Kami punya banyak murid pindahan yang dicap malas dan nakal di sekolah lamanya tapi berprestasi d sekolah kami. Di sekolah kami kadang anak2 susah pulang saking betahnya.

SAI dengan SAN beda, ya?

SAI dan SAN sama saja. Teman2 SAI punya jaringan tapi juga gabung juga di JSAN.

Setiap alumni SA apa sebaiknya melanjutkan di SA yang lebih tinggi ya Pak? atau boleh ke sekolah lain?

Bisa ke sekolah lain. Salah satu pelajaran berharga dari model sekolah kami adlah daya adaptasi. Alhamdulillah ada yang TK di SA SD di luar, SD di SA SMP di luar dan seterusnya. Walau kalau mau komplit ya sampai SMA minimal di SA. Sampai nemu dulu mimpinya. Idealnya begitu. Tapi realitanya pilihan sekolah lanjutan tergantung anak dan ortu.

Tidak perlu iri, Syukuri apa yang Kau miliki hari ini

Terkadang berpikir bahwa Allah tidak adil. Setiap apa yang aku inginkan tidak terkabul. Kenapa malah yang lain setiap menginginkan sesuatu pasti Engkau mudahkan. Sampai aku berpikir betapa tidak berpihaknya Engkau padaku. Namun di sisi lain aku menyadari bahwa mungkin bukan ketidakadilan yang jadi alasan karena aku tahu Engkau Maha Adil. Tetapi yang jadi alasan pasti diriku sendiri. Jika hari ini aku belum bisa meraih mimpi pasti akrena keinginanku tidak begitu keras untuk meraih itu, usahaku belum cukup keras, do’aku belum cukup ikhlas, ibadahku belum cukup banyak untuk diperhitungkan di hadapanMu. Mungkin karena aku kurang mendekat padaMu maka Engkau pun tidak mendekat padaku. Lalu, bagaimana bisa Engkau mau mengabulkan apa yang aku inginkan ketika kita tidak dekat? Ya, itulah sebenarnya alasan. Tidak perlu mengambinghitamkan dan menyalahkan atau pun iri dengan orang lain. STOP!!! Just do everything For Allah